Wiranto: Panglima TNI dan Kapolri Instruksikan Pasukan Memburu Kelompok Separatis Papua

Golda Eksa
04/12/2018 18:05
Wiranto: Panglima TNI dan Kapolri Instruksikan Pasukan Memburu Kelompok Separatis Papua
(MI/Susanto)

MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto meminta Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menumpas kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) yang telah membantai puluhan pekerja proyek PT Istaka Karya di Kabupaten Nduga, Papua.

"Harus dilakukan pengejaran habis-habisan. Supaya tidak terulang lagi. Upaya mereka untuk menakut-nakuti agar pembangunan tidak berjalan itu justru mengganggu kepentingan masyarakat Papua. Pengejaran sampai ketemu, pasukan dikerahkan," ujar Wiratno kepada wartawan di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (4/12).

Baca juga: Budi Karya Minta KKB di Papua Ditindak Tegas

Ia menyebut pembantaian terhadap pekerja proyek pembangunan jembatan di jalur Trans Papua itu sangat biadab dan tidak terpuji. Insiden itu membuktikan KKSB tidak menghendaki upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua melalui pembangunan infrastruktur.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang dilakukan sesuai instruksi Presiden Joko Widodo tujuannya untuk menghubungkan urat nadi komunikasi, transportasi, serta menyatukan Indonesia. Kebijakan pembangunan itu diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi mereka yang berada di wilayah pinggiran.

"Ini kan sebenarnya satu misi yang bagus dan mulia. Tugas itu dilaksanakan oleh para petugas di lapangan yang bekerja membantu tercapainya tujuan dan itu bagus. Mereka (pekerja) berjasa besar untuk kemakmuran wilayah itu." tandasnya.

Lebih jauh, terang dia, pascainsiden tersebut pasukan gabungan TNI-Polri langsung bergerak guna melakukan penyisiran serta meningkatkan pengamanan. Pengerjaan proyek pun tetap berjalan dengan pengawalan petugas.

Baca juga: Puluhan Pekerja Dibunuh KKB Papua

Informasi yang beredar menyebutkan sebanyak 24 pekerja PT Istaka Karya yang kebetulan sedang membangun jembatan di atas Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, meregang nyawa dibantai oleh kelompok kriminal yang menamakan Gerakan Separatis Papua Bersenjata (GSPB) pada Minggu (2/12).

Jumlah korban aksi keji itu diduga bertambah 7 menjadi 31 orang, selang sehari setelah insiden pertama. Polda Papua dan Kodam XVII/Cenderawasih belum menyebut secara detail mengenai jumlah korban, namun mereka memastikan tetap bersiaga sembari melakukan penyelidikan.

Berdasarkan informasi yang beredar, motif pembantaian itu bermula ketika salah satu pekerja mengambil gambar kegiatan upacara HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang digelar tidak jauh dari lokasi proyek. Walhasil, kelompok separatis itu berang dan langsung menembak para pekerja. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya