Erick Thohir : Indonesia Semakin Ramah Bagi Penyandang Disabilitas

Akmal Fauzi
04/12/2018 17:33
Erick Thohir : Indonesia Semakin Ramah Bagi Penyandang Disabilitas
(MI/Pius Erlangga)

KETUA Tim Kampanye Nasiona (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Erick Thohir mengatakan, pemerintah terus memberi kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk berkarya. Meski memiliki keterbatasan, para disabilitas tetap bisa berpartisipasi dan berperan dalam masyarakat di berbagai bidang karena pemerintah sudah memberikan hak dan kesempatan yang ramah bagi mereka.

Hal tersebut diungkapkan Erick Thohir, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan capres-cawapres, Joko Widodo - Ma'ruf Amin dalam rangka menyambut Hari Disabilitas Internasional (HDI) yang diperingati setiap tanggal 3 Desember.

Ia mencontohkan prestasi para atlet Indonesia di ajang Asian Para Games 2018 lalu, ketika para atlet disabilitas Merah Putih mampu menduduki peringkat empat Asia dengan raihan 37 medali emas. Erick menilai hal itu merupakan bukti kemampuan bersaing atas kesempatan sama yang diberikan.

"Tak hanya di olahraga, para penyandang disabilitas bisa berprestasi. Di banyak bidang lain mereka bisa juga menunjukkan potensinya karena pemerintah memberikan peluang, memberikan bantuan sosial, dan menerbitkan berbagai kebijakan yang ramah terhadap mereka,” ujar Erick Thohir dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Selasa (4/12).

Pasca menerbitkan Undang Undang No.8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, lanjut Erick, kini Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Perencanaan, Penyelenggaraan, dan Evaluasi Penghormatan, Pelindungan, dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas Tahun 2018 tengah memasuki tahap finalisasi.

Menurutnya, RPP ini akan menjadi acuan bagi kebijakan yang menyangkut peran serta penyandang disabilitas di dalam masyarakat. Termasuk bagaimana negara menjamin pemenuhan hak warga negara secara inklusif.

"Saya yakin, pemerintahan sekarang menerapkan pendekatan yang baru tehadap penyandang disabilitas. Artinya, tak hanya lagi memberikan kemudahan aksesbilitas bagi mereka, tapi sudah menuju ke fase pemberdayaan sehingga secara sosial dan ekonomi mereka akan punya peran di masyarakat," jelasnya.

Pemberdayaan yang dimaksud Erick meliputi pemberian pelatihan di bidang ekonomi, olahraga, sosial, budaya, dan bidang-bidang lain yang bisa bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. Selain itu, pengusaha nasional tersebut juga mendorong agar kewajiban mempekerjakan 1% penyandang disabilitas di perusahaan swasta, serta 2% di lembaga pemerintahan hingga BUMN dan BUMD yang sesuai pasal 53 UU tersebut dilaksanakan secara serentak.

"Hak bekerja merupakan salah satu dari 24 hak penyandang disabilitas yang diatur UU, sehingga akan sungguh luar biasa jika mereka ikut berkarya, menjadi enteprenuer, atau mengembangkan ekonomi kreatif lewat inovasi yang dilakukan karena hak dan kesempatan ramah kepada mereka semakin besar difasilitasi oleh pemerintah,” ujarnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya