Kelompok Separatis Papua Serang Pos TNI, Satu Prajurit Gugur

Golda Eksa
04/12/2018 15:13
Kelompok Separatis Papua Serang Pos TNI, Satu Prajurit Gugur
(Ist)

POS Batalyon Infanteri 755/Yalet TNI AD di Distrik Mbua, Papua, diserang oleh kelompok separatis pada Senin (3/12) pukul 18.30 Wita. Insiden itu menyebabkan satu prajurit gugur dan satu prajurit lainnya menderita luka tembak.

Demikian informasi tertulis yang diterima Media Indonesia dari Wakil Kepala Penerangan Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi, Selasa (4/12).

Ia menduga pelaku penyerangan itu merupakan kelompok yang telah membantai puluhan pekerja PT Istaka Karya di Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

Saat ini pasukan gabungan TNI-Polri telah diberangkatkan dari Wamena menuju Distrik Yigi untuk melakukan penyisiran. Mengenai prajurit yang meninggal dan terluka, sambung dia, akan dievakuasi menggunakan helikopter menuju Wamena.

"Rencana evakuasi dapat berubah, tergantung kondisi cuaca. Apalagi jarak dari Distrik Mbua ke Distrik Yigi masih sekitar 10 kilometer dan belum ada jalan denba medan yang cukup berat," pungkasnya.

Informasi yang beredar menyebutkan sebanyak 24 pekerja PT Istaka Karya yang kebetulan sedang membangun jembatan di atas Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, meregang nyawa dibantai oleh kelompok kriminal yang menamakan Gerakan Separatis Papua Bersenjata (GSPB) pada Minggu (2/12).

Jumlah korban aksi keji itu diduga bertambah 7 menjadi 31 orang, selang sehari setelah insiden pertama. Polda Papua dan Kodam XVII/Cenderawasih belum menyebut secara detail mengenai jumlah korban, namun mereka memastikan tetap bersiaga sembari melakukan penyelidikan.

Berdasarkan informasi yang beredar, motif pembantaian itu bermula ketika salah satu pekerja mengambil gambar kegiatan upacara HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang digelar tidak jauh dari lokasi proyek. Walhasil, kelompok separatis itu berang dan langsung menembak para pekerja. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya