Reuni 212 Lancar Bukti Jokowi Pro-Islam

Nurjiyanto
03/12/2018 03:45
Reuni 212 Lancar Bukti Jokowi Pro-Islam
(ANTARA)

REUNI Akbar 212 di kawasan Monas dan sekitarnya, kemarin, berlangsung aman dan lancar. Peneliti Kajian Intelijen UI Ridlwan Habib menilai kelancaran acara itu menunjukkan pemerintahan Joko Widodo pro-Islam.

“Kelancaran acara reuni ini membuktikan rezim Jokowi pro-Islam. Acara sebesar itu sangat lancar karena petugas juga sangat membantu,” kata Ridlwan di Jakarta, kemarin.

Ridlwan mengatakan kegiatan itu bisa berlangsung lancar lantaran pemerintah memfasilitasi aspirasi rakyat. Menurutnya, tudingan bahwa rezim Jokowi anti-Islam terbantahkan dengan Reuni Akbar 212.  

“Ada ribuan aparat yang mengatur lalu lintas, petugas kebersihan, bahkan jadwal kereta api di Gambir pun dialihkan demi kenyamanan peserta reuni,” ujarnya.
Jelas, kata Ridlwan, pemerintah terbukti membiarkan kegiatan itu berlangsung dengan aman dan lancar meski Presiden lebih memilih menghadiri acara pemasangan instalasi listrik gratis untuk keluarga tak mampu di Bogor.

“Saya kira skala prioritas Pak Jokowi jelas untuk masyarakat umum, tetapi acaranya lancar. Jadi, rezim ini sangat pro-Islam,” kata Ridlwan.

Seperti yang sudah diperkirakan banyak pihak, Reuni Akbar 212 yang katanya hanya menjadi acara umat, keagamaan, dan kebangsaan, ternyata sarat dengan kegiatan politik. Bahkan, ada seruan ganti presiden 2019.

Panitia sempat memutar pernyataan pemimpin FPI Rizieq Shihab yang berada di Arab Saudi yang terang-terangan mengajak peserta untuk memilih capres-cawapres hasil ijtima ulama.

Rizieq juga menyinggung kondisi negara yang katanya perlu perubahan. “Menurut hemat saya, perubahan dalam waktu dekat di depan mata saya tidak lain ialah 2019 ganti presiden,” ujarnya.

Nuansa politik ditunjukkan pula oleh peserta reuni dengan mengelu-elukan Prabowo Subianto, capres nomor urut 02. Mereka meneriakkan kata-kata ‘Hidup Prabowo, hidup Prabowo’ sambil meng­acungkan jempol dan telunjuk membentuk angka 2.

Prabowo yang hadir pada kegiatan itu berpidato singkat, tetapi dia tak menyinggung soal politik.  Hadir pula pada Reuni Akbar 212 Ketua Umum PAN yang juga Ketua MPR Zulkifli Hasan, Wakil Ketua DPR dari Fraksi Gerindra Fadli Zon, Amien Rais, Wakil Ketua MPR dari PKS Hidayat Nur Wahid, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Namun, Partai Demokrat tak mengirimkan wakil mereka.


Langkah Bawaslu

Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Arya Sinulingga, mengatakan Reuni Akbar 212, kemarin, kental dengan kegiatan politik praktis. “Terlihat dari pidato mereka dan kehadiran Pak Prabowo sebagai tamu kehormatan.’’

Arya juga menyoroti seruan Rizieq soal ganti presiden. Karena itu, dia meminta Bawaslu menindaklanjutinya.

Anggota Bawaslu Rahmat Bagja mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Bawaslu DKI untuk menyelidiki kemungkinan pelanggaran kampanye dalam Reuni 212.

“Rekaman itu masih dibahas oleh Bawaslu DKI dan Sentra Gakkumdu DKI. Masih belum jelas apakah itu rekaman atau teleconference langsung, kemudian juga apakah Rizieq itu termasuk ke tim kampanye atau tidak,” jelas Rahmat. (Zhi/Ins/Fer/Hym/Ant/X-8)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya