Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI telah berkoodinasi dengan Bawaslu DKI terkait rekaman teleconference Rizieq Shihab di reuni 212 yang mengutarakan 2019 ganti presiden. Saat ini, pihak Bawaslu DKI tengah melakukan kajian terhadap adanya ucapan tersebut dengan sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakummdu) DKI.
Selain itu, pihak Bawaslu DKI juga menurutnya tengah memeriksa apakah Rizieq merupakan bagian dari tim kampanye dari salah satu calon. Hal itu dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran kampanye dalam kegiatan tersebut.
"Rekaman itu masih dibahas oleh teman-teman Bawaslu DKI dan Sentra Gakummdu DKI, nah menurut mereka masih belum jelas apakah itu adalah rekaman atau teleconference langsung, kemudian juga apakah Riziq itu termasuk dalam tim kampanye atau tidak," ujarnya kepada Media Indonesia, Minggu (2/12).
Rahmat menuturkan, nantinya untuk dapat disimpulkan bahwa hal tersebut memenuhi unsur pelanggaran kampanye atau tidak, pihak Bawaslu DKI mempunyai waktu 7 hari sejak adanya indikasi tersebut ditemukan.
Jika nantinya terbukti ada temuan atau pun laporan dari masyarakat, maka pihak Bawaslu akan menindaklanjuti kasus tersebut dengan memanggil pihak-pihak yang dianggap terlibat untuk dimintai klarifikasi. Pasalnya, izin kegiatan tersebut dimohonkan untuk kegiatan mengemukakan pendapat dan bukan untuk melakukan kampanye.
"Temuan atau tidak masih perlu diklarifikasi, jadi 7 hari sejak ditemukan indikasi itu akan disimpulkan apakah ini masuk ke dugaan pelanggaran atau tidak," ungkapnya.
Reuni Akbar 212 kembali digelar hari ini, di Monas, Jakarta. Kemacetan akibat Reuni Akbar 212 di Monas sudah terjadi sejak sekitar pukul 05.00 WIB.
Dalam kegiatan tersebut panitia Reuni Akbar 212 sempat memutar ucapan Rizieq yang merupakan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) lewat teleconference. Dalam ucapannya, Rizieq menyerukan agar peserta 212 memilih capres-cawapres dari hasil rekomendasi Ijtimak Ulama.
"Siap milih capres ijtimak ulama, siap milih capres ijtimak ulama, siap milih capres ijtimak ulama, siap pilih caleg ijtimak ulama," ujarnya dalam rekaman teleconference berlangsung, Minggu, (2/11).
Dalam teleconference tersebut, Rizieq sempat menyinggung kondisi negara yang tengah karut marut. Diakhir-akhir Rizieq juga mengatakan bahwa adanya hal itu diperlukan perubahan, ia berpendapat adanya ganti presiden di 2019.
"Dan menurut hemat saya, menurut hemat saya, menurut hemat saya, bahwa perubahan dalam waktu dekat di depan mata saya tidak lain adalah 2019 ganti Presiden," ungkapnya. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved