Reuni 212 Sulit Lepas dari Agenda Politik

(Mal/Ant/X-4)
02/12/2018 10:30
Reuni 212 Sulit Lepas dari Agenda Politik
(Analis politik ­Lembaga Survei Kedaikopi Hendri ­Satrio---MI/Bary Fathahilah)

AKSI Reuni Akbar Mujahid 212 yang akan berlangsung hari ini di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, dinilai sulit dilepas dari unsur politik. Hal itu dilihat dari orang-orang yang menggagas kegiatan tersebut sudah terafiliasi mendukung salah satu pasangan capres dan cawapres di Pemilu 2019.

Analis politik dari ­Lembaga Survei Kedaikopi, Hendri ­Satrio, mengatakan sejarah adanya aksi 212 pada 2016 tidak bisa dipisahkan dari unsur politik.

Perkataan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dinilai menista agama dan diprotes melalui aksi 212 pun tidak bisa dilepas dari unsur politik.

“Sejarah berdirinya gerak-an ini juga ada unsur politik, ya walaupun itu atas nama agama karena saat itu masuk agenda poltik (pemilihan gubernur),” kata Hendri pada diskusi Seberapa Gereget ­Reuni 212, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, kemarin.

Di tempat yang sama, Staf Ahli Menko Polhukam, Sri Yunanto, mengingatkan agar aksi reuni 212 tidak ditunggangi kepentingan politik. Pihaknya telah menunjukkan kelompok-kelompok yang berpotensi menunggangi reuni 212 kepada penyelenggara acara.

Ia mencontohkan, Aksi Bela Tauhid yang digagas Persaudaraan Alumni (PA) 212 beberapa waktu lalu terbukti ditunggangi kelompok tertentu.

“Ada bukti kelompok yang menunggangi. Pertama, kelompok liar yang memperjuangkan khilafah dan kelompok yang tidak suka dengan Presiden Jokowi,” ujarnya.

Ketua Umum Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Muhamad ­Martak menegaskan reuni 212 itu tak ditunggangi agenda politik.

Menurutnya, acara ­tersebut merupakan ajang silatu-rahim bagi seluruh lapisan ­masyarakat. Ia mengatakan bahwa panitia juga mengimbau massa yang datang ke acara tersebut agar tidak membawa atribut politik.

“Demi Allah saya bersedia bersumpah tidak ada agenda politik,” kata Yusuf saat ­diminta bersumpah oleh koordinator Eks 212, Razman Arif Nasution, pada diskusi itu.

Secara terpisah, peneliti kajian intelijen dari Universitas Indonesia, Ridlwan Habib, mengatakan mayoritas peserta reuni 212 merupakan pendukung pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Faktanya memang begitu. Panitia reuni 212 itu terlibat dalam pemenangan Pak Prabowo,” ujar Ridlwan di Jakarta, kemarin.

Berdasarkan pengamatannya, terdapat nama Neno Wa-risman sebagai koordinator bidang acara, yang juga anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hasan Haikal yang juga juru kampanye Prabowo-Sandi, serta M Al Khaththath yang juga anggota BPN Prabowo-Sandi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya