Jokowi: Perkuat SDM, Peran Guru Semakin Sentral

Syarief Oebaidillah
01/12/2018 15:30
Jokowi: Perkuat SDM, Peran Guru Semakin Sentral
(ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

MULAI tahun 2019 pemerintah akan menggeser program pembangunan yakni memperkuat sumber daya manusia (SDM) untuk semua jenis profesi. Dalam kaitan ini posisi dan peran guru semakin sentral dan strategis menopang SDM.

"Ketika pembangunan SDM menjadi prioritas paling utama, peran guru akan semakin sentral, semakin utama, dan semakin strategis. Guru harus menjadi agen-agen transformasi penguatan SDM kita, menjadi agen-agen transformasi dalam membangun talenta-talenta anak bangsa, " kata Presiden Jokowi pada sambutan Puncak Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI) ke 73 di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (1/12).

Acara ini dihadiri Mendikbud Muhadjir Effendy, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, dan Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi. Acara yang dihadiri sekitar 40 ribu guru anggota PGRI seluruh Indonesia ini dimeriahkan dengan tarian kolosal 1000 siswa PGRI.

Jokowi mengutarakan acara ini sesuai dengan topik HGN yakni guru dituntut untuk meningkatkan profesionalisme guru untuk menuju pendidikan abad 21.

Jokowi yang tampil mengenakan batik putih PGRI mengingatkan dunia saat ini sedang berubah sangat cepat. Digitalisasi pendidikan telah membawa perubahan besar di dunia pendidikan. "Kini ruang kelas bukan satu-satunya tempat belajar. Dunia virtual adalah kampus kita," ujarnya.

Sekarang ini juga kita bicara apa adanya, Google juga sudah menjadi perpustakaan kita. Wikipedia juga menjadi ensiklopedi kita. "Kindle, buku elektronik, juga menjadi buku pelajaran kita. Inilah yang harus kita waspadai dan masih banyak media digital lainnya, " ungkap mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Menurutnya dewasa ini kita sering terkaget-kaget anak-anak muda kita mampu belajar secara mandiri. Mereka bisa tahu jauh lebih banyak melalui bantuan teknologi. Oleh sebab itu peran guru harus lebih dari mengajar, tetapi juga mengelola belajar siswa. Guru dituntut lebih fleksibel, kreatif, menarik, dan lebih menyenangkan bagi siswa.

"Namun, guru haruslah tetap guru. Guru tidak bisa digantikan oleh mesin secanggih apapun, secanggih apapun tidak bisa. Guru adalah profesi mulia yang membentuk karakter-karakter anak bangsa dengan budi pekerti, toleransi, dan nilai-nilai kebaikan. Guru lah yang menumbuhkan empati sosial, membangun imajinasi dan kreativitas, serta mengokohkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa kita Indonesia, " pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi mengucapkan selamat HGN dan menyampaikan terima kasih penghargaan kepada para guru Indonesia dan PGRI dalam menjaga moral anak-anak bangsa dalam mengajarkan budi pekerti dan cinta bangsa sertamembuka cakrawala pengetahuan. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya