Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MERAPATNYA Partai Bulan Bintang (PBB) dalam gerbong koalisi pendukung pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin dinilai pegamat politik UIN Syarif Hidayatullah merupakan sebuah kewajaran, terlebih setelah Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra ditunjuk sebagai pengacara pasangan Jokowi-Amin.
Merapatnya PBB, menurut Bakir yang juga Wakil Dekan FISIP UIN, juga menunjukkan peta politik Indonesia yang cair dan lebih diwarnai kepentingan pragmatis dibanding kedekatan ideologis. Hal itu merujuk platform PBB yang merupakan partai bebasiskan agama Islam
"Jadi sekarang koalisi bukan karena kedekatan ideologis saja, tapi lebih pada kepentingan pragmatis kekuasaan," kata Bakir kepada Media Indonesia, Jumat (30/11).
Baca juga: Bertemu Jokowi, Yusril Tepis Berseberangan dengan Pemerintah
Bergabungnya PBB juga menambah kekuatan Jokowi, terutama di kalangan pemilih muslim. Jika sebelumnya hanya ada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang jadi andalan Jokowi-Amin dalam meraup suara pemilih musilim, kini PBB jadi amunisi tambahan.
"Jokowi tentu berkepentingan untuk meraup dukungan sebanyak mungkin. Apalagi soal pemilih muslim di Indonesia juga beragam, jadi PBB bisa ikut menggarap pemilih muslim yang jadi basis pemilih mereka," ujar Bakir.
PBB pun perlu memformulasikan visi-misi Jokowi-Amin agar bisa dipahami basis pemilihnya yang juga berefek pada peningkatan elektabilitas PBB yang saat ini masih berstatus partai non-parlemen, bersama-sama dengan PSI, PKPI, dan Perindo dalam barisana Koalisi Indonesia Kerja
Di sisi lain, dukungan PBB menurut Bakir perlu dilegalkan dengan pernyataan resmi dari Yusril dan pengurus PBB yang lain untuk menjamin soliditas PBB dalam mendukung Jokowi. Hal itu diperlukan mengingat PBB sebelumnya menjadi salah satu pengkritik keras pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla saat ini. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved