Ceramah Agama Jangan untuk Menghina Seseorang

(Pol/Fer/P-2)
30/11/2018 09:45
Ceramah Agama Jangan untuk Menghina Seseorang
(Ist)

PARTAI Persatuan Pembangunan (PPP) menyatakan sudah sewajarnya Habib Bahar bin Smith dilaporkan ke pihak kepolisian karena ceramahnya yang menyebut Jokowi banci hingga Jokowi haid. Pelaporan itu demi menjaga kehormatan kepala negara.

“Melaporkan sebuah peristiwa yang diduga sebagai perbuatan pidana pencemaran nama baik itu hak warga negara. Apalagi maksudnya untuk menjaga kehormat-an kepala negaranya,” kata Sekjen PPP Arsul Sani di Jakarta, kemarin.

Namun, ia meminta Polri dalam menangani laporan itu tetap mengedepankan independensi. Proses hukumnya semata-mata berdasarkan alat bukti, bukan berdasarkan posisi politik terlapor.

Ia pun meminta tidak ada yang buru-buru me­nyimpulkan pelaporan terhadap Habib Bahar sebagai kriminalisasi ulama. Polri, sebut Arsul, pasti punya bukti-bukti yang memperkuat laporan tersebut.

“Kriminalisasi atau tidak itu tergantung Polri nanti, memiliki alat bukti yang cukup atau tidak. Kan ini baru dilaporkan dan diselidiki, kita lihat dulu penanganannya seperti apa,” ujarnya.

Anggota Komisi III DPR itu berharap ada pelajaran yang bisa dipetik dari pelaporan tersebut. Apa itu?

“Dalam konteks kasus ini diharapkan ada pelajaran yang ­seyogianya ditarik, yakni jangan gunakan forum yang semestinya diisi dengan pelajaran agama yang bijak dan seruan-seruan yang memiliki pesan hikmah menjadi forum untuk menghina dan merendahkan orang lain,” tutur Arsul.

Sementara itu, Kepala Staf Kepesidenan Moeldoko mendukung kepolisian mengusut dugaan penyebaran kebencian yang dilakukan Bahar Smith. “Iya dong harus (diusut). Seorang ulama kok berbicara seperti itu. Saya secara pribadi mengutuk itu.”

Moeldoko mengatakan seorang ulama sepatutnya menjadi anutan karena tutur kata dan perilakunya yang baik. Namun, setelah melihat video ceramah Bahar yang viral, Moeldoko pun heran, tak seharusnya seorang kepala negara diperlakukan seperti itu.

“Seorang ulama harus menjadi anutan dari tutur katanya, dari perilakunya, masak seperti itu. Sebagai pribadi saya enggak respek,” tandas mantan Panglima TNI itu.

Dalam laporannya, Ketua DPD Jokowi Mania Rahmat menyertakan sebuah video ceramah Bahar berdurasi 60 detik sebagai alat bukti. Dalam video itu Bahar meng-ucapkan kata-kata sebagai berikut.

“Kamu kalau ketemu Jokowi, kalau ketemu Jokowi, kamu buka celananya itu, jangan-jangan haid Jokowi itu, kayaknya banci itu.”



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya