Sikap Prabowo ke Australia telah Khianati Palestina

(Ins/YH/P-3)
29/11/2018 11:45
Sikap Prabowo ke Australia telah Khianati Palestina
(MI/AKMAL FAUZI)

ORGANISASI kepemudaan Parit Paga NKRI berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumatra Barat, Padang, kemarin. Mereka mengecam pernyataan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, yang tidak mempermasalahkan rencana pemindahan Kedutaan Besar Australia di Israel dari Tel Aviv ke Jerusalem.

“Kami dari Parit Paga NKRI mengecam pernyataan tersebut dan menilai calon presiden nomor urut 02 ini mengkhianati persaudaraan,” ujar koordinator lapangan aksi Bisman.

Menurut dia, Ketua Umum Partai Gerindra itu tidak sepantasnya mengeluarkan pernyataan yang melukai hati rakyat Indonesia. Apalagi, Indonesia hingga saat ini terus berjuang agar Palestina memperoleh kemerdekaan.

“Kami meminta Prabowo meminta maaf kepada rakyat Indonesia,” ujarnya.

Para pendemo diwakili beberapa orang menemui anggota DPRD. Mereka menyampaikan harapan agar anggota DPRD Sumatra Barat bisa bersikap sama dan mengecam sikap Prabowo soal Palestina ataupun Israel.

Sebelumnya, Prabowo menyatakan pendapat soal rencana pemindahan Kedubes Australia di Israel dari Tel Aviv ke Jerusalem. Ia mengatakan itu seusai menghadiri Indonesia Economic Forum (IEF) di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Rabu (21/11).

“Australia juga merupakan negara independen dan berdaulat, maka kita harus menghormati mereka,” kata Prabowo.

Belum berhenti sampai di situ, Prabowo kembali menyulut kontroversi. Dalam acara The World in 2019 Gala Dinner yang diselenggarakan majalah The Economist di Singapura, Selasa (27/11), Prabowo menyebut Indonesia masuk darurat korupsi.  

Namun, bukan itu yang  membuat sebagian politisi dalam negeri berang. Poli­tikus Golkar Mukhamad

Misbakhun kecewa karena ada pernyataan dari Prabowo yang menyebut rakyat Indonesia mudah dibeli dengan sekarung nasi.

Menurut dia, pernyataan tersebut merupakan ujaran yang sangat menyakitkan perasaan.

“Apakah Pak Prabowo mau bilang bahwa pemilih Pak Prabowo karena diberi ­sekarung nasi, atau pemilih Jokowi yang diberi sekarung beras. Apakah rakyat Indonesia serendah itu sehingga dengan mudah dibeli dengan sekarung beras. Ini benar-benar sangat memprihatinkan,” ujar Misbakhun dalam keterangan pers, kemarin.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya