Jejaring Anti Bohong Beberkan Kabar Bohong Prabowo-Sandi

Akmal Fauzi
28/11/2018 23:36
Jejaring Anti Bohong Beberkan Kabar Bohong Prabowo-Sandi
(Thinkstock)

GERAKAN Jejaring Anti Bohong (JAB) mendeklarasikan diri untuk melawan kebohongan kubu pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

JAB menilai, pasangan nomor urut 02 itu kerap melontarkan inormasi-informasi bohong yang tidak sesuai fakta

“Kubu Prabowo-Sandi sudah pasti akan berdarah-darah mencari segala kelamahan Jokowi, lalu mengeksploitasi dan menjadikan semacam isu untuk melemahkan posisi Jokowi-Ma’ruf Amin,” kata Koordinator JAB, Sinnal Blegur di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta, Rabu (28/11).

Dalam kesempatan itu, ia membeberkan 23 kebohongan yang dilakukan kubu Prabowo-Sandi selama masa kampanye Pilpres 2019.

Menurutnya, apa yang dilakukan merupakan hal yang sistematis.

Ia mencontohkan, selain kasus Ratna Sarumpaet yang sempat heboh, kebohongan seperti Prabowo yang mengatakan kemiskinan naik 50% juga menjadi perhatian.

Padahal Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan tingkat kemiskinan berada 9,8%, dan tidak ada kenaikan 50%.

Selain itu, Prabowo juga menyebut 99% bangsa Indonesia mengalami hidup pas-pasan.

“Kami mengumpulkan data seperti di pemberitaan. Kami juga pengalaman masa di orde baru. Kami rata-rata aktifis 98. Bahkan ada diantara kami yang korban penculikan,” jelasnya.

Menurutnya, jika kebohongan terus direproduksi, hal ini jelas membahayakan akal sehat masyarakat. Apalagi, di media sosial, kebohongan begitu mudah diproduksi dan banyak masyarakat menjadi korban.

“Dulu satu kabar bohong bisa beranak setidaknha 30 kalo selama satu bulan. Sekarang di era media sosial, satu kabar bohong bisa lebih dari 2 miliar kali dalam sebulan,” jelasnya

.Untuk itu, pihaknya akan memproduksi konten untuk melawan kabar bohong yang diproduksi kubu Prabowo-Sandi.

“Gerakan kesadaran harus digalakkan. Kami akan mendobrak kebohongan, menyerukan konten untuk melawan kebohongan,” jelasnya. (A-4)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya