Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON presiden Joko Widodo meminta pendukungnya tidak jumawa dengan hasil survei yang sebagian besar mengunggulkan dirinya dan Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019. Pasalnya, berkaca dari Pilpres Amerika 2016, semua survei memenangkan Hillary Clinton sebagai Presiden AS ke-45 mengalahkan Donald Trump.
"Semua survei memenangkan Hillary. Tak ada satupun yang memenangkan Trump. Akhirnya? Hillary kalah dan Trump menang. Artinya apa? Ada perubahan landscape politik. Itu juga akan dialami oleh landscape politik nasional dan daerah," ujarnya saat memberikan pengarahan kepada Tim Kampanye Daerah (TKD) di di The Sultan Conventional Center, Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (25/11).
Baca juga: Jokowi Minta Politisi Tidak Mengompori Pilihan Masyarakat
Jokowi kemudian mencontohkan bagaimana hasil survei tidak berbanding lurus dengan kemenangan seorang kandidat. Mantan Perdana Menteri Inggris David Cameron terkait referendum Brexit. Menurut Jokowi, Cameron pernah bercerita kepadanya terkait optimisme memenangkan referendum tersebut. Namun ternyata, hasil akhir berkata lain.
"Saya tanya, menang atau kalah? Dia jawab menang besar. Tapi kalau kalah tetap menang tapi kecil. Artinya pasti menang. Tapi apa hasilnya? David Cameron kalah," tandasnya di hadapan ratusan kader dan relawan yang hadir.
Berkaca dari hasil tersebut, ia mengingatkan bahwa dinamika politik ekonomi, dan sosial masyarakat begitu cepat berubah. Hal ini disebabkan adanya media sosial dan keterbukaan informasi.
Baca juga: Jokowi Disambut Ribuan Pendukungnya di Palembang
"Dengan adanya media sosial, adanya keterbukaan, bukan hanya landscape ekonomi global saja berubah tapi landscape ekonomi, politik juga. Ada isu sedikit saja, masyarakat goncang. Isu enggak ada satu detik sudah menyebar. Oleh karena itu saya titip pada semuanya. Saya optimis, saya selalu bekerja dengan optimis," pungkasnya.
Pada acara ini, hadir Ketua Tim Kampanye (TKN) Erick Thohir, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hingga Gubernur Sumatera Selatan Herman Heru. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved