Ratusan Ulama Mengecam Pernyataan Prabowo Soal Palestina

MICOM
25/11/2018 13:55
Ratusan Ulama Mengecam Pernyataan Prabowo Soal Palestina
(Ist)

PERJUANGAN untuk kemerdekaan Palestina adalah komitmen kemanusiaan yang harus terus digelorakan oleh semua bangsa di dunia terutama umat Islam.

Penjajahan zionis Israel terhadap Palestina adalah wajah buruk kolonialisme yang bertentangan dengan nalar kemanusiaan, kebangsaan, dan keagamaan.

Sebagai amanat konstitusi Undang-Undang Dasar 1945, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan' maka tidak ada kompromi bagi pemerintah dan siapapun elemen bangsa terutama Capres Cawapres untuk mentolerir penjajahan Zionis Israel kepada Palestina

Baca juga: Pendukung Prabowo Tarik Dukungan

Demikian butir-butir pernyataan ratusan ulama se-Jawa di Ponpes Al-Muhajirin Purwakarta, Minggu (25/11), menyikapi pernyataan Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menyebut bahwa rencana pemindahan kedutaan besar Australia untuk Israel ke Yerusalem bukan masalah bagi Indonesia.

Ketua Umum Partai Gerindra ini dianggap merusak komitmen Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Apalagi ini berkaitan dengan tanah suci ketiga umat Islam, Yerusalem.

“Kami heran dengan sikap Pak Prabowo yang seolah tidak mengerti sejarah, tidak paham konstitusi dan bertentangan dengan sikap mayoritas warga Indonesia." tutur Asep Syarifuddin, Ketua Himpunan Pengusaha Nahdiyyin (HPN) Jabar.

Hadir dalan pernyataan sikap tersebut KH. Dr. Abun Bunyamin, KH. A. Aziz Afandi, KH. Soleh Nasihin, Buya Hardi, dan ratusan ulama se-Jabar yang sedang menggelar Halaqah Ulama bertema “Ekonomi Kreatif Berbasis Pesantren” dengan nara sumber Kepala Staff Kepresidenan Jendral (Purn) Dr. Moeldoko, Direktur Relawan TKN Jokowi Amin Maman Imanulhaq dan Rais Syuriah PBNU KH. Manarul Hidayat.

Senada dengan Asep, Ketua Relawan Koper Jamin A. Zaki menganggap pernyataan Prabowo tersebut menunjukkan minimnya pemahaman dia soal politik luar negeri RI dan posisi pemerintah dalam melihat isu Israel-Palestina. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya