Presiden Dapat Gelar Adat Rajo Balaq Mangkunagara

Antara
25/11/2018 11:05
Presiden Dapat Gelar Adat Rajo Balaq Mangkunagara
(ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

PRESIDEN Joko Widodo menerima gelar adat kehormatan Rajo Balaq Mangkunegara, yang berarti Raja Agung Pemegang Kekuasaan Tertinggi dari masyarakat Komering dalam upacara adat khas Komering di Griya Agung, rumah dinas Gubernur Sumatera Selatan, di Palembang, Minggu (25/11).

Sementara, Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam upacara adat yang dipimpin oleh Pemangku Adat Majelis Tinggi Komering Sumatera Selatan Haji Romli itu mendapat gelar adat Ratu Indoman, yang artinya sang ratu yang mengayomi dan tempat berkeluh kesah untuk memberikan perlindungan bagi keluarga.

Baca juga: Presiden Sosialisasi Dana Desa di Palembang

Majelis Tinggi Adat Komering Sumatera Selatan juga menyerahkan piagam penghormatan terkait pemberian gelar adat kepada Presiden dan Ibu Negara.

"Pemberian adok atau jajuluk atau juga disebut gelar adok Komering merupakan suatu upaya kita dalam melestarikan budaya Sumsel," kata Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dalam sambutannya.

Gubernur mengatakan gelar adat tersebut diberikan kepada Presiden dan Ibu Negara berdasarkan musyawarah dan rapat adat 20 November di Palembang. "Pemberian adok atau jajuluk atau gelar memberikan makna simbolik masyarakat Komering Sumatera Selatan menghormati seseorang yang telah berjasa kepada agama, bangsa dan negara," katanya.

Pemberian gelar adat tersebut, ia menjelaskan, juga bermakna bahwa Presiden Jokowi dan Ibu Negara telah diangkat sebagai keluarga kehormatan dan bagian dari masyarakat Komering.

"Saya sangat menghargai dan berterima kasih sebesar-besarnya atas penghormatan besar yang diberikan kepada saya, diberikan Majelis Tingi Komering atas adok atau jajuluk atau gelar yang diberikan kepada saya dan Ibu Negara Iriana," kata Presiden.

Ia memaknai semagat jajuluk Rajo Balaq Mangkunegoro dan Ratu Indoman sebagai pesan, harapan, dan tanggung jawab untuk selalu mengangkat derajat adat Komering.

"Untuk selalu memajukan kesejahteraan Sumatera Selatan karena dalam kemajuan Indonesia ada tradisi kebudayaan bangsa, adalah sumber energi besar bagi masyarakat kita," katanya.

Ia juga menekankan bahwa keberagaman adat, tradisi dan kebudayaan di Tanah Air jangan sampai menjadi faktor pemecah persatuan bangsa. (Ant/OL-6)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya