Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Presiden Jusuf Kalla menginginkan Kementerian Agama memberikan perhatian lebih untuk mengurus masjid yang ada di Indonesia. Dengan KUA yang tersebar se Indonesia saja Jusuf Kalla menyebut Kementerian Agama belum mengetahui berapa jumlah pasti masjid yang ada di Indonesia.
"Bangunan paling banyak di kita itu masjid, bahkan lebih banyak dari sekolah. Mungkin sekarang sudah 900 ribu, tidak ada jumlah yang pasti. Bahkan kita tanya Menteri Agama pun dia tidak tahu. Mestinya Menteri Agama bisa hitung itu, kan ada kantor KUA di setiap kecamatan, jangan hanya urus Nikah Talak Rujuk (NTR) saja tapi tidak urus masjid," tutur Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden di Jakarta, Jumat (23/11).
Bahkan menurut Jusuf Kalla masjid memang menjadi hal yang paling kurang diurus oleh Kementerian Agama. Itu sebabnya Indonesia menjadi salah satu dari dua negara selain Pakistan yang masjid nya di urus dan dikelola oleh masyarakat.
Jusuf Kalla pun menyebut Dirjen Masyarakat Islam menjadi posisi yang enak, karena tidak banyak urusannya. Sebab mereka tidak berdakwah dan menghitung masjid pun juga tidak. Sedangkan untuk urusan Haji sendiri sudah di urus oleh Dirjen Haji.
"Sekarang saya tugasi you selama enam bulan kasih kita jumlah (masjid) yang benar," kelakar Jusuf Kalla dalam sambutan Rakernas Dewan Masjid Indonesia (DMI).
Ia pun mengingatkan bukan hanya Kementerian Agama saja, tetapi juga ketua ketua daerah DMI agar juga melakukan pemetaan. Data pasti tersebut menurut Jusuf Kalla diperlukan agar masuk ke aplikasi DMI.
Aplikasi tersebut menurutnya akan mencakup tentang jumlah masjid, siapa saja dai nya kyai-nya siapa saja, hingga programnya apa saja dan data penting lainnya agar semuanya dapat terakses secara lengkap.
Jusuf Kalla menerangkan ada sejumlah program utama dari DMI misalnya terkait akustik dari masjid. Sebab menurutnya 80% waktu orang ketika di masjid adalah aktifitas mendengar, baik itu ceramah, khutbah, dan hal lainnya.
Hal lainnya terkait dengan manajemen masjid yang didalamnya akan mengundang sejumlah masjid yang terbaik untuk memberikan paparan bagaimana masjid mereka dikelola. Misalnya ada perpustakaan yang baik, kebersihan yang baik, agar menjadi pembelajaran bagi masjid masjid yang lain.
"Kita baru membuat standar standar, baik itu kebersihan masjid, hingga arsitektur masjid, Sebab saya belum mendengar ada masjid arsitektur Indonesia, adanya ciri adat. Selain itu semua masjid yang mampu itu harus ada PAUD nya atau TPA atau pendidikan lainnya," terang Jusuf Kalla.
Program lainnya yang tidak kalah penting adalah sertifikasi tanah wakaf, ini untuk mengurangi resiko klaim dari generasi berikutnya dari pemberi wakaf yang mengklaim karena tidak adanya dokumen yang mumpuni. Terlebih salah satu Ketua DMI Sofyan Djalil yang juga merupakan Menteri Agraria dan Tata Ruang - Badan Pertanahan Nasional juga menjadi pengurus.
"Nanti kita minta kepada Presiden kalau kedaerah juga membagikan sertifikat masjid," tutur Jusuf Kalla.
Dalam kesempatan tersebut Wapres berharap Rakernas DMI akan menjadi kesempatan menilai apa saja yang sudah dikerjakan dan apa yang perlu dikerjakan serta apa yang harus dikerjakan kedepannya. Agar pengurus pusat dan daerah memiliki sinergi yang baik untuk selalu memakmurkan masjid dan dimakmurkan masjid. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved