Jokowi: Dana Desa Fokus Pembangunan SDM

Rudy Polycarpus
22/11/2018 20:41
Jokowi: Dana Desa Fokus Pembangunan SDM
(ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra)

DANA desa yang dikucurkan pemerintah pusat diharapkan tidak hanya digunakam untuk pembangunan infrastruktur pedesaan. Pada 2019, kata Presiden Joko Widodo, dana desa juga harus dimanfaatkan untuk membangun sumber daya manusia.

"Saya minta pada 2019, penting bagi kita semua untuk juga membangun SDM, menyiapkan anak-anak kita, kesehatan, pengembangan ekonomi rakyat," ujarnya saat menghadiri sarasehan kepala desa di Pekan Rekreasi Promosi Pembangunan, Semarang, Kamis (22/11).

Di sektor kesehatan, jelas Presiden, yang harus menjadi perhatian ialah stunting dan gizi anak. Meski angka stunting sudah menurun, menurut Jokowi hal itu masih menjadi perhatian pemerintah. Pada 2014, angka stunting mencapai 37%, kemudian turun menjadi 30%. Ia menargetkan angka penderita stunting bisa ditekan hinggq 20%.

Baca juga:  Presiden: Dana Desa Perkuat Denyut Perekonomian Desa

"Hati-hati jangan sampai di sebuah desa ada yang gizi buruk sehingga menyebabkan stunting. Ini akan mempengaruhi daya saing sumber daya manusia kita. Kita harus bekerja bersama. PAUD dan posyandunya dihidupkan tetapi pemberian makanan tambahan diberikan. Bisa dalam bentuk telur, ikan, sayur, buah, susu pada anak-anak," ujarnya.

Selain itu, yang berkaitan dengan pendidikan, ia meminta agar tidak ada lagi anak putus sekolah. Dana desa, ujarnya, bisa dipakai sebagai injeksi kepada anak putus sekolah. "Kalau masih ada kesempatan untuk meminta Kartu Indonesia Pintar silakan kejar itu," ujar mantan Wali Kota Solo itu.

Ia menegaskan bahwa pembangunan SDM merupakan investasi jangka panjang suatu bangsa. Hasilnya tidak akan dinikmati dalam waktu singkat

"Anak-cucu kita nanti yang menikmati untuk melahirkan manusia-manusia Indonesia yang sehat, tangguh, cerdas, siap untuk bersaing dengan negara-negara lain," pungkasnya.

Acara itu dihadiri Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo serta ribuan kepala desa se-Jawa Tengah.

Sejak digulirkan pemerintah pada  2015, anggaran dana desa terus meningkat. Presiden menuturkan pada 2015 anggaran dana desa mencapai Rp20 triliun, 2016 meningkat jadi Rp47 triliun, dan tahun 2017 serta 2018 masing-masing Rp60 triliun. Pemerintah pusah merencanakan untuk meningkatkan dana desa pada tahun depan menjadi Rp70 triliun. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya