Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo menegaskan bahwa dana desa merupakan denyut nadi utama perekonomian di desa.
Pasalnya, sejak dana desa digulirkan sejak 2015, pelbagai infrastruktur berhasil dibangun. Presiden mencatat ada 123 ribu kilometer jalan desa yang terbangun, 11.500 posyandu, 18.000 PAUD, 6.500 pasar, 791 ribu meter jembatan hingga 28 ribu unit irigasi.
"Artinya dana desa itu netas dan ada hasil konkritnya. Selama 4 tahun ini, pemerintah benar-benar fokus pada desa. Saya percaya dengan membangun desa, maka kita membangun Indonesia yang asli," ujarnya saat menghadiri sarasehan kepala desa di Pekan Rekreasi Promosi Pembangunan, Semarang, Kamis (22/11).
Baca juga: Presiden Kunjungan Kerja ke Jateng
Acara itu dihadiri Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo serta ribuan kepala desa se-Jawa Tengah.
Sejak digulirkan pemerintah pada 2015, anggaran dana desa terus meningkat. Presiden menuturkan pada 2015 anggaran dana desa mencapai Rp20 triliun, 2016 meningkat jadi Rp47 triliun, dan tahun 2017 serta 2018 masing-masing Rp60 triliun. Pemerintah pusah merencanakan untuk meningkatkan dana desa pada tahun depan menjadi Rp70 triliun.
Kepala Negara berharap dana sebesar itu bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa. Selain manfaat langsung yang dirasakan masyarakat desa, diharapkan juga bisa mengurangi kemiskinan di desa, mengurangi kesenjangan antara desa dan kota, dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Oleh karena itu, ia mengingatkan agar para pengguna anggaran dana desa membeli barang-barang di desa dan sekitarnya saja. Harapannya, perputaran uang dan ekonomi bisa terjadi di desa dan tidak kembali ke kota yang bermuara di Jakarta.
"Mau beli semen gak usah jauh-jauh ke kota, di desa saja. Kalau gak ada, di kecamatan saja sehingga uangnya mutar di situ, bukan kembali ke kota. Tenaga kerja juga pakai dari desa," tandasnya.
Ke depan, sambung Presiden, diharapkan dana desa tidak mulu digunakan untuk membangun infrasruktur, tapi bisa mulai dipakai untuk memberdayakan perekonomian desa. Misalnya, memanfaatkan sumber daya alam di daerah masing-masing.
"Daerah yang kaya sumber daya air, mengangkat pariwisata air. Tempat lain gak harus meniru. Bisa saja mengangkat lainnya seperti keindahan gunung atau pantainya," tandas mantan Wali Kota Solo itu.
Selain itu, dana desa juga bisa dipakai guna kualitas produksi masyarakat. Misalnya membeli mesin roasting kopi. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu menjual produk mentah dan nilai jualnya lebih tinggi.
Ia juga mengingatkan hal yang tidak kalah penting terkait pemberdayaan dana desa. Menurut Presiden, pada 2019, dana desa juga digunakan untuk membangun sumber daya manusia.
"Misalnya yang berkaitan dengan stunting, kekerdilan, bisa menjadi perhatian kita. Hati-hati jangan sampai di sebuah desa ada yang gizi buruk sehingga akan mempengaruhi daya saing sumber daya manusia kita. Pemberian makanan tambahan diberikan bekerja sama dengan posyandu dan PAUD." ujarnya. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved