Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyoroti measalah tingginya angka kurang gizi atau stunting di Indonesia dalam Indonesia Economic Forum 2018 di Shangri La, Jakarta, Rabu (21/11). Menurutnya, dari segi peringkat dan kualitas SDM Indonesia cukup tertinggal jauh dengan negara-negara lain.
Prabowo berharap Indonesia bisa belajar dari negara-negara lain seperti Thailand yang dinilainya telah berhasil mengurangi angka stunting.
Baca juga: Prabowo: Dunia Hadapi Defisit Air Bersih di Tahun 2025
Selain Thailand, menurut Prabowo, India juga bisa dijadikan contoh dalam hal memenuhi kebutuhan protein anak-anak. India dinilai telah berhasil mengurangi angka kemiskinan di 30 tahun terakhir serta mampu ekspor agrikultur. Prabowo juga melihat Revolusi Putih di India yaitu program yang menyediakan susu bagi anak-anak miskin di India.
"Saya pelajari programnya, sangat luar biasa. Anda bisa miskin sekarang tapi anak Anda tak bisa miskin besok. Ia ajarkan anak-anak untuk minum susu dari sapi, sebelum ke sekolah. Makanya anak-anak India bisa cukup protein. Sekarang mereka bisa menjadi engineer,menjadi apapun," tukas Prabowo.
Sebagai informasi, tingkat stunting di Indonesia mencapai 35,6% di mana World Health Organisation (WHO) menetapkan batas toleransi stunting maksimal 20%.
Indonesia telah masuk dalam lima besar di dunia sebagai negara dengan stunting terbanyak. Oleh karenanya dalam Rencana Pembangunan Menengah Nasional (RPJMN), pemerintah Joko Widodo (Jokowi) menargetkan penurunan stunting dari 32,9% menjadi 28% pada 2019 mendatang. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved