Presiden Puji Kiprah Muhammadiyah

Rudy Polycarpus
21/11/2018 08:15
Presiden Puji Kiprah Muhammadiyah
PRESIDEN MEMBUKA MUKTAMAR IPM: Presiden Joko Widodo menyalami Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (tengah) dengan disaksikan Menpora Imam Nahrawi (kiri) dan Menristek-Dikti M Nasir (kedua dari kiri) seusai membuka Muktamar XXI Ikatan Pelajar Muhammadi(ANTARA/WAHYU PUTRO A)

PRESIDEN Joko Widodo mengapresiasi dan menyampaikan selamat atas kiprah Muhammadiyah dalam turut membangun bangsa dan negara selama 106 tahun.

Selama kurun waktu itu, Muhammadiyah mewakafkan tokoh-tokoh besar untuk kemajuan bangsa negara. Tokoh-tokoh itu antara lain KH Ahmad Dahlan, Kasman Singodimedjo, Buya HAMKA, hingga Mas Mansyur.

"Selama 106 tahun Muhammadiyah telah mewakafkan tokoh-tokoh besar mereka untuk kebesaran dan kemajuan negara, kemajuan bangsa. Termasuk Kasman Singodimedjo, yang 11 hari yang lalu telah kita tetapkan sebagai pahlawan nasional," ujarnya saat peresmian perubahan status Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Lamongan menjadi Universitas Muhammadiyah Lamongan, Jawa Timur, Senin (19/11).

Presiden juga menilai banyak sumbangsih Muhammadiyah di bidang kesehatan dan pendidikan. Ada 72 rumah sakit ratusan klinik dan balai kesehatan yang dikelola Muhammadiyah. Di bidang pendidikan ada lebih dari 5.000 sekolah dan 170 lebih perguruan tinggi.

"Pendidikan yang dikelola menjadi unggulan di semua kota/kabupaten," cetus Jokowi.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan kehadiran Presiden Jokowi merupakan bentuk silaturahim dengan Muhammadiyah.

Haedar membenarkan, Muhammadiyah selama 106 tahun telah bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.

Ia juga menyebut ada enam perguruan tinggi Muhammadiyah yang surat keputusan perubahan statusnya diserahkan Presiden, yakni di Kudus, Wonosobo, Banten, Yogyakarta, Sorong, dan Lamongan.

"Kondisi ke depan menjadi pertaruhan terbesar bangsa. Kuncinya bidang pendidikan dan perguruan tinggi punya tempat strategis untuk meningkatkan kualitas," ujar Haedar.

Tokoh mumpuni

Haedar juga berterima kasih kepada Presiden Jokowi atas penganugerahan gelar pahlawan nasional Kasman Singodimedjo bersama Bagus Hadikusumo. Haedar mengatakan kedua tokoh Muhammadiyah itu memiliki orientasi kebangsaan dan keislaman yang mumpuni.

"Beliau punya orientasi kebangsaan dan keislaman yang mumpuni. Kami juga berterima kasih kepada pemerintahan Presiden Jokowi, Kasman Singodimedjo juga mendapat gelar pahlawan," kata Haedar.

Presiden Jokowi juga membuka Muktamar XXI Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di Universitas Muhammadiyah, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (19/11). Muktamar XXI Ikatan Pelajar Muhammadiyah mengusung tema Meneguhkan karya nyata, mendorong generasi berkemajuan.

Saat memberikan sambutan, Jokowi menyebut sejumlah tokoh IPM yang banyak berkontribusi dan berkiprah di masyarakat. Sebut saja Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas, hingga Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni, dan politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta. (P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya