Jokowi Apresiasi Kiprah Muhammadiyah Membangun Bangsa

Rudy Polycarpus
19/11/2018 15:26
Jokowi Apresiasi Kiprah Muhammadiyah Membangun Bangsa
(ANTARA)

PRESIDEN Joko Widodo mengapresiasi dan menyampaikan selamat atas kiprah Muhammadiyah dalam turut membangun bangsa dan negara selama 106 tahun. Selama kurun waktu itu, Muhammadiyah telah mewakafkan tokoh-tokoh besar untuk kemajuan bangsa negara. Tokoh-tokoh itu antara lain, KH Ahmad Dahlan, Kasman Singodimedjo, Buya Hamka, hingga Mas Mansyur.

"Selama 106 tahun Muhammadiyah telah mewakafkan tokoh-tokoh besarnya untuk kebesaran dan kemajuan negara, kemajuan bangsa. Termasuk Kasman Singodimedjo, yang 11 hari yang lalu telah kita tetapkan sebagai pahlawan nasional," ujar Presiden dalam peresmian perubahan status Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Lamongan menjadi Universitas Muhammadiyah Lamongan (Unmuh Lamongan), Jawa Timur, Senin (19/11).

Baca juga: Presiden Jokowi Hadiri Milad Kampus Muhammadiyah

Presiden juga menilai banyak sumbangsih Muhammadiyah di bidang kesehatan dan pendidikan. Hingga saat sedikitnya ada 72 rumah sakit ratusan klinik dan balai kesehatan yang dikelola Muhammadiyah. Di bidang pendidikan ada lebih dari 5.000 sekolah, lebih 170 perguruan tinggi. "Pendidikan yang dikelola menjadi unggulan di semua kota/kabupaten," tandas Jokowi.

Pada kesempatan itu, Presiden meminta Muhammadiyah siap mengadapi dan mengantisipasi perubahan cepat di semua lini. Pada era revolusi industri 4.0, perubahan terjadi lebih cepat. Menurutnya, hal itu sudah mengubah tataran ekonomi, sosial dan politik nasional. "Perubahan itu membawa perubahan pada jenis pekerjaan, ada pekerjaan yang hilang," pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Haedar Nasir menyampaikan kehadiran Presiden Jokowi merupakan bentuk silaturahmi dengan Muhammadiyah. Haedar menyebutkan, pada usianya yang mencapai 106 tahun, Muhammadiyah telah bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.

Ia juga menyebut ada enam Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang surat keputusan perubahan status diserahkan presiden, yakni di Kudus, Wonosobo, Banten, Yogyakarta, Sorong, dan Lamongan.

"Kondisi ke depan menjadi pertaruhan terbesar bangsa. Kuncinya bidang pendidikan, dan perguruan tinggi punya tempat strategis untuk meningkatkan kualitas," ujar Haedar.

Pada kegiatan ini, Presiden didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi, Mensesneg Pratikno, Menristekdikti M Nasir, Mendikbud Muhadjir Effendy, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, dan Gubernur Jatim Soekarwo. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya