Kelompok Cipayung Plus Bantah Digalang BIN untuk Dukung Jokowi

MICOM
18/11/2018 18:24
Kelompok Cipayung Plus Bantah Digalang BIN untuk Dukung Jokowi
()

DALAM momentum Pilpres kali ini, mahasiswa mendapat tudingan yang tidak sedap. Beredar isu bahwa mahasiswa Kelompok Cipayung Plus (HMI, GMKI, PMKRI, IMM, PMII, KMHDI, Hikmahbudhi, dan lain-lain), telah digalang oleh Badan Intelijen Negera (BIN) untuk mendukung calon petahana Joko Widodo.

Mendengar isu tersebut, para Ketua Umum OKP Cipayung Plus sangat kaget dan langsung angkat bicara. Para ketua umum yang dimaksud yakni Ketua Umum PB HMI Saddam al-Jihad, Ketua umum DPP IMM Najih Prastiyo, Ketua Umum PB PMII Agus M. Herlambang, Ketua Umum DPP GMNI Rabaytullah Kusuma Jaya, Ketua Umum PP PMKRI Juventus Prima Y. Kago, Ketua presidium KMHDI I Kadek  Andre Nuaba, Ketua umum PP GMKI Corneles Galanjinjian dan Ketua Umum HIKMAHBUDHI Sugiharta.

Mereka menilai tuduhan tersebut adalah hoaks dan fitnah yang sangat keji. "Di tengah-tengah kesibukan organisasi malah dituduh menerima uang dari BIN yang sama sekali jelas-jelas tidak dilakukan," demikian yang tertulis dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, Minggu (18/11).

Baca juga: Jokowi-Ma'ruf Amin akan Unggul di Jawa Barat

Menurut Cipayung Plus, tuduhan tersebut jelas-jelas tidak benar, fitnah dan hoaks. Oknum yang menyebarkan fitnah ini dinilai ingin mengkotak-kotakkan mahasiswa dan ingin membuat situasi bangsa menjadi panas jelang Pemilu 2019.

"Meminta kepada oknum penyebar fitnah dan hoaks tersebut melakukan klarifikasi atas pernyataan yang disebar bahwa berita tersebut tidak benar," sebutnya.

Pihaknya juga meminta kepada penyebar hoaks meminta maaf kepada media. Apabila tidak dilakukan, pihaknya akan melakukan proses hukum ke pihak yang berwajib. Kelompok Cipayung Plus juga menegaskan bahwa mereka tidak ada keterikatan dan keterlibatan dalam pembuatan relawan, baik yang bernama Madani atau pun relawan dengan nama-nama yang lain.

"Mengajak kepada capres dan cawapres, tim sukses dan seluruh elit bangsa untuk menjaga susana yang tenang dalam mengahadapi proses demokrasi ini dengan berlomba-lomba menawarkan program dan gagasan  sebagai solusi permasalahan bangsa serta menghindari politik adu domba fitnah," tutupnya. (RO/OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya