TKN Jokowi-Amin: Sejak 2016, Mata Uang Sudah Ramah terhadap Tunanetra

MICOM
18/11/2018 15:57
TKN Jokowi-Amin: Sejak 2016, Mata Uang Sudah Ramah terhadap Tunanetra
( MI/Susanto)

TIM kampanye nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin mempertanyakan ide Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hashim Djojohadikusumo yang berencana mencetak mata uang braile atau yang ramah terhadap tuna netra bila terpilih dalam Pemilu Presiden 2019 mendatang. Pasalnya, kata juru bicara TKN Jokowi-Amin, Arya Sinulingga, sejak 2016 uang cetakan terbaru sudah didesain ramah bagi penyandang tunanetra.

"Nah ini (ide uang braile) lucu karena itu (uang rupiah) dengan diraba pun kaum disabilitas sudah tahu berapa sebenarnya nilai dari uang rupiah tersebut. Jadi kelihatan Pak Hashim tidak mengerti dan tidak paham kalau uang rupiah sekarang sudah bisa dikenali kaum disabilitas seperti tunanetra,” ujar Arya di Jakarta, Minggu (18/11).

Baca juga: Di Tahun Politik, Kaum Minoritas Rentan Jadi Alat Propaganda

Ide tersebut muncul lantaran kubu Prabowo-Sandiaga menerima banyak keluhan dari para tunanetra. Mereka mengeluh kerap ditipu pembayaran jasa pijat karena tidak bisa melihat nominal uang. Hal ini juga ditanggapi Ace Hasan Syadzily, juru bicara TKN Jokowi-Amin. Menurut Ace, pernyataan Hashim hanya sekedar ingin curi simpati.  

"Uang braille sebenarnya sudah dilakukan pemerintah saat ini. Uang cetakan terbaru sudah sangat ramah terhadap tunanetra, ada petunjuk tentang informasi nilai uang yang bisa didapatkan tunanetra," pungkasnya. (RO/OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya