Umat Islam Jangan Hanya Terpaku Kepada Capaian Masa Lalu

Dero Iqbal Mahendra
17/11/2018 19:34
Umat Islam Jangan Hanya Terpaku Kepada Capaian Masa Lalu
(MI/Dero Iqbal Mahendra )

WAKIL Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan ilmu pengetahuan merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi suatu bangsa untuk mencapai kemajuan. Ia mengemukakan umat islam pernah mencapai puncak pencapaian dalam ilmu pengetahuan di masa lalu.

Meski begitu Jusuf Kalla mengingatkan agar umat islam jangan hanya terpaku kepada kejayaan masa lalu saja, namun harus juga berupaya mencapai capaian yang sama di masa depan.

"Kalau bicara keilmuan kadang - kadang umat islam selalu membanggakan masa lalu. Bagaimana membanggakan ahli kedokteran, ahli sosiologi, matematika dan ilmuan lainnya pada masanya sekitar abad ke 3 hijriah atau abad ke 10 Masehi sebagai masa kejayaan ilmu pengetahuan dunia islam," tutur Jusuf Kalla dalam orasi ilmiahnya di di Universitas Islam Bandung (Unisba), Jawa Barat, Sabtu (17/11).

Namun masa tersebut kemudian terganti dengan kejayaan ilmu pengetahuan barat pada abad ke 16 dan 17 hingga saat ini sehingga membuat kebangkitan ilmu dunia islam meredup. Oleh karena itu menurut Jusuf Kalla hal tersebut menjadi tantangan umat islam kedepannya untuk kembali memajukan ilmu pengetahuan islam.

Meski menurut Jusuf Kalla pada hari ini dibutuhkan suatu upaya yang sangat besar untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dikalangan umat.

"Kita jangan hanya puas pada kebanggaan masa lalu. Masa lalu memang penting tapi yg lebih penting lagi masa sekarang dan masa depan. Tanpa menguasai ilmu maka masa depan kita tidak bisa kita kendalikan dan kuasai," tutur Jusuf Kalla.

Untuk itu Wakil Presiden berharap lembaga lembaga pendidikan islam termasuk universitas universitas islam dapat meningkatkan penguasaan keilmuan baik dari segi jumlah maupun dari segi mutu ilmu itu sendiri. Sehingga diharapkan umat islam akan dapat kembali kepada kejayaannya di masa lalu.

Karena itu Jusuf Kalla menjelaskan pemerintah tahun ini mendirikan Universitas Islam Internasional Indonesia yang diharapkan akan menjadi bagian sumbangan pikiran dari Indonesia untuk memajukan keilmuan dan mendukung perdamaian di dunia. Pemerintah menurutnya mengharapkan adanya keseimbangan berfikir dan berilmu maupun keseimbangan antara dunia dan akhirat.

Dengan revoluasi industri 4.0 sudah di depan mata menuntut Indonesia untuk turut serta dalam percaturan ekonomi dan ilmu pengetahuan, jika tidak maka akan tertinggal dari negara lain. Untuk itu Universitas harus menjadi pelopor bagi para kemajuan industri, kemajuan teknologi kemajuan ilmu sebab tanpa teknologi tentu kita tidak bisa bersama-sama dengan negara lain dan bangsa-bangsa lain untuk kemajuan.

"Masa depan ada di tangan kita semua, kita hanya akan memiliki kehebatan di masa depan jika menguasai ilmu pengetahun. Di masa depan kemajuan akan di capai dengan bagaimana memajukan masyarakatnya, memajukan agamanya dan memajukan bangsa kita secara keseluruhan," pungkas Jusuf Kalla. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya