PSI: Kami tidak Ingin Agama Jadi Alat Politik

Putri Rosmalia Octaviyani
17/11/2018 15:50
PSI: Kami tidak Ingin Agama Jadi Alat Politik
(MI/Susanto)

KETUA Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mengatakan, penolakannya terhadap perda syariah karena tidak ingin agama dijadikan alat politik. Ia menolak jika disebutkan PSI sebagai partai yang anti agama.

Grace mengatakan, dirinya tidak mempersoalkan pelaporan atas dirinya karena mengeluarkan statement tersebut.

"Pertama kami mempersilahkan untuk sesuai dengan mekanisme karena laporan juga ada mekanismennya dan itu merupakan hak konstitusi semua orang karena itu silahkan saja," ujar Grace, di Jokowi Center, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, (17/11).

Grace menjelaskan, alasannya menolak perda berbasis agama ialah karena PSI ingin menempatkan agama ditempat yang tinggi. Bukan sebagai alat politik.

"Kita ingin agar produk hukum adalah universal tidak parsial tidak mendasar pada agama apapun," ujar Grace.

Ia mengatakan, sila pertama Pancasila tidak merujuk pada agama apapun. Untuk itu, perda yang hanya berdasar salah satu agama dianggap sebagai hal yang tidak tepat. Hal itu hanya akan meningkatkan kembali isu mayoritas dan minoritas yang merugikan kaum minoritas.

"Semua agama mulia dan semua warga negara sesuai dengan konstitusi bisa menjalankan keyakinannya dimanapun mereka berada sebagai warga negara itu posisi PSI dengan pernyataan tersebut," tutur Grace.

Ia mengatakan, pemaksaan produk hukum berdasarkan agama tertentu juga dapat meningkatkan potensi konflik.

Sementara itu, ia mengatakan juga siap menjalani proses hukum atas laporan Eggy Sudjana pada dirinya karena pernyataan tersebut. Ia mengatakan telah ada banyak pengacara yang menawarkan diri untuk membelanya. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya