Penyegeraan Debat Kandidat Dinilai Dapat Kurangi Gimik Politik

Nurjiyanto
16/11/2018 21:15
Penyegeraan Debat Kandidat Dinilai Dapat Kurangi Gimik Politik
(MI/ADAM DWI )

PENGAMAT psikologi politik dari Universitas Indonesia Hamdi Muluk memandang adanya penggunaan gimik politik yang saat ini terjadi disebabkan belum adanya aturan pengikat agar para kontestan pemilu dapat dipaksa mengemukakan programnya.

Hamdi menilai adanya mekanisme debat yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) bagi para peserta pemilu perlu dilakukan sejak sekarang. Pasalnya, dengan adanya hal tersebut para kontestan akan dipaksa mengeluarkan program-program mereka kepada masyarakat.

"Desain KPU itu kan baru adakan debat ujung-ujung nanti, harusnya sekarang diawal dibikin debat supaya memberikan pancingan kepada masyarakat agar ada pembicaraan ini," ujarnya saat ditemui di bilangan Jalan Tanah Abang, Jakarta, Jumat (16/11).

Adanya mekanisme tersebut menurutnya dapat memaksa para kontestan pemilu dipaksa untuk menunjukan kontestasi yang substantif. Selain itu dirinya juga memandang ada kewajiban dari para peserta pemilu untuk melakukan pendidikan politik dalam kontestasi pemilu selain melalui mekanisme debat.

"Sepanjang gak ada yang memulai ya akan gini-gini saja gak menyentuh substansi, harusnya sudah dari sekarang dicicil," ungkapnya. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya