Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERAN partai politik (parpol) di Indonesia dianggap telah kehilangan esensina. Parpol dianggap telah melupakan komitmen untuk menghadirkan kader terbaik untuk kepentingam bangsa.
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Nasdem, Siswono Yudo Husodo mengatakan parpol di Indonesia saat ini lupa tugas utamanya untuk mengjadirkan kader terbaik untuk rakyat. Mereka cenderung hanya memilih kader berdasarkan kepentingannya.
Akibatnya, dikatakan Siswono, tidak banyak sosok berintegritas yang ada di parlemen. Baik di tingkat pusat atau daerah.
"Sekarang sistem parpol lebih ke kekerabatan, nepotis, untuk uang," ujar Siswono, dalam diskusi berjudul Memufakatkan Sistem Kenegaraan Indonesia, di gedung Gatra, Jakarta, Jumat, (16/11).
Ia mengatakan, koreksi masif harus dilakukan di tubuh partai politik Indonesia. Dengan begitu, sistem kenegaraan Indonesia akan bisa lebih baik.
"Mereka harus sadar jika tugasnya ialah memilih orang-orang terbaik untuk menjadi wakil rakyat," ujar Siswono.
Selain itu, dikatakan Siswono, masyarakat juga harus terus diedukasi untuk memilih kader terbaik dari berbagai sisi. Karena selama ini juga ada kecenderungan jika masyarakat Indonesia belum mau banyak mencari tahu dan cenderung memilih bukan karena integritas dan kualitas calon legislatif yang ada.
Senada dengan Siswono, Peneliti Politik LIPI, Siti Zuhro mengatakan, parpol Indonesia saat ini cenderung berpikir dan bertindak jangka pendek dan untuk kepetingan partai. Mereka enggan berpikir komprehensif dan berpikir jauh untuk Indonesia jangka panjang.
"Baiknya memang semua partai politik itu harus dikumpulkan untuk diajak rembuk bersama negara ini mau dibawa kemana," ujar Siti.
Ia mengatakan, salah satu tanda hilangnya substansi parpol bagi negara di Indonesia ialah masih stagnan nya kualitas demokrasi dan politik di Indonesia. Pihak parpol masih sibuk membahas dan menperdebatkan hal yang tidak prinsip dan cebderung membuat gaduh.
Sementara itu, budayawan Radhar Panca Dahana mengatakan, di Indonesia masyarakat sipil juga semakin kehilangan peran. Mereka cenderunf tidak berdaya dalam berpartisipasi. Khususnya di ranah politik dan regulasi.
"Peran fungsi masyarakat harusnya jangan hilang,. Sekarang sipil seperti tidak berdaya, banyak dibeli oleh kekuatan politik," ujar Radhar.
Ia mengatakan, ke depan harus lebih banyak ruang bergerak untuk sipil di sistem politik. Jika tidak, sampai kapanpun sistem politik yang sesuai dengan cita-cita demokrasi dan pancasila tidak akan berhasil. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved