Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KAUM minoritas menjadi kelompok yang rentan mengalami kekerasan, baik fisik maupun psikis. Khususnya di tahun politik, mereka rentan dijadikan alat propaganda pihak tertentu untuk meraup suara dalam pemilu.
“Kaum minoritas rentan jadi korban di tahun politik yang segela sesuatunya kerap dipolitisasi oleh pihak tidak bertanggung jawab,” ujar staf advokasi Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (Sejuk), Rifah Zainani, dalam Workshop Jurnalisme Keberagaman di Tahun Politik, di Jakarta, kemarin.
Ia mengatakan sosialisasi dan edukasi penting bagi masyarakat, khususnya wartawan, terkait dengan pemberitaan mengenai kaum minoritas di tahun politik, khususnya dalam pemberitaan soal kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).
“Media massa penting untuk memberi ruang bagi mereka yang tidak bisa bersuara. Media harus bisa mengadvokasi peran kaum minoritas yang terpinggirkan dalam berbagai hal, termasuk dalam hal politik,” paparnya.
Kelompok LGBT menjadi salah satu yang kerap dijadikan unsur pencari suara. Akhirnya mereka kerap menjadi semakin terpojok dan terdiskriminasi.
Aktivis keberagaman dan ahli komunikasi UI, Dina Listiorini, mengatakan perubahan pola pikir dan pandang masyarakat terhadap kaum minoritas harus diubah secara komprehensif. Salah satunya yang berperan penting ialah media. “Framing dan diksi di media yang sering dipilih untuk memberitakan minoritas seperti LGBT masih cenderung diskriminatif,” ujar Dina.
Dia mengatakan edukasi untuk membuat wartawan dapat menghadirkan berita yang tidak menyudutkan minoritas harus terus dilakukan. Begitu juga dengan keredaksian media. “Harus ada sudut pandang yang tidak diskriminatif dan pemilihan narasumber yang beragam dan kapabel agar kita bisa menempatkan mereka pada posisi dan proporsi yang layak,” ujarnya.
Di tahun politik, imbuhnya, setiap bentuk pemberitaan bernada diskriminatif tentang kaum minorias akan sangat besar kemungkinan untuk dipolitisasi pihak tertentu. Untuk itu, media harus memiliki perspektif yang luas untuk memandang masalah yang terkait dengan keberadaan dan kepentingan minoritas.
Hal itu sangat penting untuk diperhatikan agar kontestasi politik tidak sekadar mencari menang dengan mengorbankan pihak tertentu seperti kelompok minoritas semacam LGBT.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved