Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSOALAN keamanan di wilayah perbatasan antara Indonesia dan Malaysia perlu segera diselesaikan.
Pasalnya, wilayah tersebut sangat rawan dan berpotensi untuk dimanfaatkan aktor atau para pelaku kejahatan lintasnegara.
Komitmen itu ditegaskan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan Menteri Pertahanan Malaysia Haji Mohamad bin Sabu di sela Sidang Ke-41 General Border Committee Malaysia-Indonesia (GBC Malindo) 2018 di Kuta, Bali, kemarin.
Melalui keterangan tertulis yang diterima Media Indonesia dari Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan, Ryamizard mengemukakan persoalan perbatasan sejatinya membutuhkan semangat bersama guna mencari solusi yang terbaik.
Selain kejelasan wilayah perbatasan, sambung dia, isu keamanan juga masih memerlukan perhatian khusus, terutama dalam hal peningkatan usaha bersama kedua negara untuk mencegah dan mengatasi masalah keamanan yang bersifat transnasional.
“Forum GBC Malindo juga mempunyai peran penting untuk mengatasi perpindahan ilegal, termasuk narkoba, pergerakan kelompok teroris, kelompok radikal, dan sebagainya,” ujarnya.
Kinerja forum GBC Malindo yang terus meningkat juga ditunjukkan dari jumlah dan jenis aktivitas di berbagai bidang.
Prestasi yang telah dicapai diharapkan menjadi modal utama untuk menyongsong masa depan yang lebih baik bagi kedua negara.
“Manfaat dari kerja sama ini dapat kita rasakan dengan terpeliharanya hubungan antarpemerintah, juga hubungan antarmasyarakat kedua negara yang semakin erat,” papar Ryamizard.
Sidang GBC Malindo merupakan forum rutin tahunan sebagai salah satu sarana untuk memfasilitasi dialog kedua negara, khususnya dalam memajukan interaksi kerja sama di wilayah perbatasan. Sebelumnya, Sidang GBC Malindo Ke-40 dilaksanakan di Kuala Lumpur, Malaysia.
Dalam sidang tersebut, Menhan RI dan Menhan Malaysia didampingi delegasi masing-masing. Delegasi Indonesia menyertakan sejumlah pejabat perwakilan dari beberapa instansi terkait, antara lain Kementerian Luar Negeri, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, Mabes TNI, Polri, Bakamla, Basarnas, dan BIN.
Melalui Sidang GBC Malindo Ke-41 tersebut, kedua negara akan mengevaluasi laporan kemajuan bersama di sejumlah badan di bawah GBC.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved