Megawati: Kenikmatan bagi Penyebar Hoaks adalah Memecah Belah Bangsa

Akmal Fauzi
15/11/2018 16:27
Megawati: Kenikmatan bagi Penyebar Hoaks adalah Memecah Belah Bangsa
(MI/SUSANTO)

PRESIDEN Kelima RI Megawati Soekarnoputri mengatakan penggunaan kabar bohong atau hoaks untuk menjatuhkan lawan politik adalah tindakan pengecut. Menurutnya, penyebar hoaks beraksi sebagai bentuk kepuasan diri untuk memecah belah bangsa.

“Itu adalah kenikmatan untuk dirinya sendiri. Makanya sharing (hoaks) semakin lebar. Karena kenikmatan itu menjadi addict, bagaimana cara menjatuhkan orang,” kata Megawati di acara Pembukaan Pembekalan Caleg DPR RI PDI Perjuangan Gelombang III, di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Kamis (15/11).

Baca juga: Megawati: Kasihan Prabowo, Orang di Sekitarnya Penuh Ujaran Kebencian

Menurut Ketua Umum PDI Perjuangan itu, saat ini Indonesia juga mengalami fenomena yang disebut dengan istilah post truth, yang artinya situasi dimana keyakinan dan perasaan pribadi lebih berpengaruh dalam pembentukan opini publik dibandingkan fakta-fakta yang obyektif. Hal ini terjadi lewat penggiringan opini publik, imbas dari penyebaran kebohongan di media sosial.

“Kalau kita sekarang melihat permainan di media sosial kan penuh dengan kebencian. Itu yang selalu saya katakan kepada teman-teman saya, ketika orang tidak bisa mengontrol otak mereka sendiri sehingga nurani kebaikannya itu hilang dan menjadi kegelapan. Yang ada adalah bagaimana membangun kebencian untuk orang itu bereaksi,” tegasnya.

Megawati juga sempat menyinggung beberapa berita bohong yang sempat hinggap padanya dan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Misalnya, ketika sejumlah pihak mendiskreditkan dirinya dan Jokowi dengan menyamakan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Menurut dia, hal itu tak masuk akal.

”Kalau ada yang katakan ah pak Jokowi itu bapaknya Tiongkok, ya karena kan kita tidak bisa mau mencari kebenarannya itu di mana. Haha saya bilang dia udah tidak ada budi, pembohong, tidak bertanggung jawab,” jelasnya.

Ia pun berpesan agar setiap berita bohong tidak dilawan dengan kebencian. “Saya katakan ke PDIP, jangan lawan. Untuk apa kita melawan. Kita tahu itu omongan bohong, omongan kebencian. Nah sekarang apa tugas kalian? Kalian harus beri pencerahan kepada rakyat yang sekarang sedang dibodohi,” pungkasnya. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya