Caleg NasDem Ini Ingatkan Jaga Persatuan dan Kerukunan dalam Pemilu

Ghani Nurcahyadi
14/11/2018 18:35
Caleg NasDem Ini Ingatkan Jaga Persatuan dan Kerukunan dalam Pemilu
(Ist)

INDONESIA memiliki luas wilayah 17.504 pulau dan memiliki total luas wilayah darat hingga 1.919.000 km persegi. Belum termasuk kekayaan tradisi dan kebudayaannya di dalamnya yang sangat beragam.Karena itu, persatuan dan kerukunan merupakan modal besar dalam menuju Indonesia Maju.

Politikus Partai NasDem Karna Brata Lesmana menegaskan, Presiden Joko Widodo dalam setiap kesempatan pun selalu mengingatkan untuk menjaga persatuan dan kerukunan Indonesia sekaligus bekerja sama agar Indonesia bisa menunjukkan prestasinya membawa harum nama bangsa.

"Coba kita lihat waktu pertandingan badminton tidak ada yang lihat agamanya apa, sukunya apa.

Hanya fokus untuk satu tujuan yaitu Merah Putih, Indonesia Raya, negara kita tercinta," kata wirausahawan yang akan maju dalam Pemilihan Legislatif DPR RI 2019 melalui Daerah Pemilihan Jakarta III yang meliputi Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu itu.

Karena itu, Karna mengingatkan kontestasi politik yang harus dilalui rakyat Indonesia dalam lima tahun sekali janganlah merusak persatuan dan kerukunan tersebut.

"Pemilihan apa pun itu, baik Pemilihan Kepala Daerah, Pemilihan Legislatif maupun Pemilihan Presiden, tak harus mengganggu stabilitas keamanan.

Tak memutuskan tali persaudaraan serta memporak-porandakan tenun kebangsaan," ujar Karna dalam keterangannya, Rabu (14/11).

Pemilu, lanjut dia, hendaknya dimaknai sebagai pesta demokrasi yang membuat warga bergembira dan bahagia. Dalam setiap momen kampanye, setiao calon yang maju dalam kontestasi pun harus bisa menunjukkan taktik dan strategi kampanye yang beradab dan sesuai dengan norma yang dianut sebagai bangsa yang memiliki nilai luhur dan agung.

"Tidak berkampanye yang menakut-nakuti masyarakat, propaganda murahan dengan menyebar hoax serta fitnah dan provokasi yang menyebabkan kohesi sosial di tengah masyarakat terganggu," ucapnya mencontohkan.

Kampanye sebaiknya lebih mengarah kepada substansi dari demokrasi. Fokus pada adu visi, program kerja, prestasi dan sederet rekam jejak yang menjadikan seseorang memiliki ciri khasnya sehingga banyak dikenal masyarakat luas.

"Presiden Jokowi misalnya, gaya blusukannya banyak menginspirasi politisi-politisi lain untuk ikut mengikuti jejaknya sehingga blusukan sudah menjadi bagian dari gaya kepemimpinannya," tuturnya.

Pola kampanye santun dan beradab itulah yang akan dicontohkan oleh Karna Brata dalam kontestasi menuju Senayan itu. Ia mengungkapkan, dirinya maju sebagai caleg karena merasa terpanggil untuk bersama membangun negeri ini dengan jalan yang berbeda.

"Pengalaman saya sebagai pengusaha dan mengurus ribuan karyawan, saya rasa cukup sebagai modal untuk melanjutkan mengabdi dan menolong untuk masyarakat yang lebih luas.

Saya siap mewakili Dapil Jakarta III," katanya tegas.

Ia pun telah menyiapkan kontrak politik bila diberi amanah mewakili rakyat, yaitu pertama, selama menjabat semua gaji dan fasilitas yang diterima, akan dikembalikan secara transparan kepada rakyat. Kedua, menjadi katalis perubahan di DPR RI dengan mengedepankan transparansi.

Ketiga, membuat rumah aspirasi untuk menampung semua pengaduan masyarakat dan mencarikan solusi. Keempat, memperjuangkan dan menjaga kepentingan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kelima, bersama rakyat mengawasi kinerja pemerintah.

"Mari kita isi pesta demokrasi ini dengan pesan-pesan yang membangun semangat optimisme. Bangsa lainlah yang harus ditakuti, bukan menakut-nakuti bangsa sendiri. Jadilah seorang negarawan yang bermental pemenang bukan pecundang," tandasnya. (RO/OL-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya