Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan bahwa semangat bela negara harus membumi dan merakyat. Aksi bela negara harus terus ditingkatkan dalam rangka memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Harapan itu disampaikan Menhan dalam arahannya yang dibacakan oleh Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) Letjen Tri Legionosuko saat membuka Seminar Nasional bertajuk Bela Negara Benteng NKRI, di Auditorium Unhan, Sentul, Bogor, Jawa Barat, kemarin.
Tri mengatakan seminar tersebut merupakan perwujudan kontribusi Unhan sebagai Kampus Bela Negara bagi masyarakat. Dia menyebutkan, selain dalam rangka memperingati hari jadi Kampus Bela Negara pada 19 Desember mendatang, pihaknya ingin tahu ide positif, ide baru dari para akademisi tentang bela negara.
“Tujuannya, kita ingin mengintegrasikan karakter dan nilai-nilai bela negara masyarakat di wilayah perbatasan. Sesuai dengan arahan Pak Menteri, bela negara harus membumi kemudian membangun kesadaran bela negara bagi generasi milenial,” katanya.
Selain itu, lanjutnya, dengan seminar tersebut, pihaknya juga menumbuhkan semangat bela negara masyarakat melalui kegiatan yang kompetitif dan produktif dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0.
“Jadi, bela negara ini akan kita berikan tidak dengan doktrinnya, tapi bagaimana dengan cara orientasi kekinian, kemudian juga membekali generasi muda untuk menghadapi ancaman nyata seperti yang disampaikan Menhan, yakni menghadapi ancaman terorisme dan radikalisme,” paparnya.
Dia mengatakan, kalau dari kacamata Unhan, bela negara tidak bisa lagi kita maknai sebagai suatu langkah, satu aspek saja, tetapi harus dari semua aspek. “Bukan urusan militer lagi, tapi bangsa karena menyangkut bagaimana negara tetap utuh sesuai keingian kita ke depan,” pungkas Tri.
Seminar tersebut dihadiri sekitar 400 peserta yang berasal dari pejabat eselon I di lingkungan Kemenhan dan Unhan, para rektor/perwakilan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Selain itu, juga hadir dari kementerian lain dan lembaga negara serta sivitas akademik Unhan.
Pameran alutsista
Ketua Panitia penyelenggara yang juga Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unhan, Megy Magdalena, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan yang kedua. Kegiatan itu juga digelar pameran alutsista dari PT Pindad, PT DI, dan PT PAL.
“Jadi, kami sebenarnya mau memperlihatkan kepada universitas atau perguruan tinggi lain yang kami undang bahwa industri pertahanan berperan sekali dalam bela negara.”
Makanya, imbuh Megy, pihaknya mengundang PT DI, Pindad, dan PT PAL karena alutsista perlu dikenal oleh kalangan akademisi. “Mungkin banyak yang belum tahu jenis senjata walaupun mungkin kita gelar sederhana,” ungkapnya.
Megy menjelaskan telah mengundang 59 univeritas dari berbagai daerah di Indonesia. Dari jumlah itu, yang menjadi pemateri berasal dari 12 universitas. Ke-59 perguruan tinggi itu di antaranya dari Sumatra, Bali, dan Jawa. Pemateri atau pemapar antara lain dari Pontianak dan Kediri.
“Sasaran Unhan ialah ingin mengumpulkan ide atau pemikiran kritis yang baru, bagaimana mengimplementasikan bela negara karena kadang-kadang orang sering mengartikan bela negara berarti angkat senjata atau militerisme. Kita ingin buat pemahaman baru mengenai bela negara dari segi akademis,” jelas Megy. (P-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved