Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo mengingatkan tentang pentingnya persaudaraan dan persatuan dalam menciptakan kerukunan antarumat beragama. Umat kristiani pun diharapkan ikut menjaga hal itu.
Harapan tersebut disampaikan presiden saat bersilaturahim dengan Panitia dan Pemenang Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Tahun 2018, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, kemarin.
"Saya ingin ini terus disampaikan dan digaungkan kepada masyarakat. Karena banyak kita ini yang tidak ingat, mungkin lupa negara ini memang sangat beragam, berbeda agama, suku, adat, bahasa, daerah, dan tradisi," kata Jokowi.
Menurutnya, persaudaraan dan persatuan ialah aset terbesar bangsa. Untuk itu, perlu pemahaman yang kuat agar masyarakat bisa mengerti dan meresapi pentingnya hal itu. Jokowi tak ingin perbedaan yang ada di Indonesia disusupi hal-hal negatif. Intoleransi dan ekstremisme tidak boleh sampai tumbuh subur.
"Itu (intoleran dan ekstremisme) merasuk ke mana-mana dan akhirnya masyarakat merasa tidak rukun. Tidak rukun itu sangat berbahaya," tegas Jokowi.
Pada kesempatan itu, Jokowi mencurahkan isi hatinya (curhat) terkait dengan agenda kegiatannya yang makin padat akhir-akhir ini, terutama saat akhir pekan. "Saya kalau Sabtu dan Minggu enggak libur, saya justru agenda kegiatannya dua tiga kali lebih banyak dibanding hari biasa," ujarnya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun kerap menyampaikan keluhan kepada Mensesneg Pratikno yang merancang jadwal untuknya.
"Saya sebetulnya sering menyampaikan ke Mensesneg, Pak Menteri, saya ini juga sama lo seperti yang lain-lain, punya rasa capek, punya rasa lelah. Jangan dipikir saya kayak mesin, kayak robot, dibawa ke sana, di bawa ke sini," paparnya.
Jokowi secara khusus menyampaikan permohonan maafnya karena tidak dapat menghadiri acara pembukaan Pesparani di Ambon, Oktober lalu.
"Sudah diatur oleh Pak Mensesneg. Sayangnya, saat itu ada agenda tugas kenegaraan yang pengaturannya sulit dikompromikan waktunya. Betul-betul sekarang ini padat, terutama di hari Sabtu dan Minggu," ucapnya.
Terima uskup
Di tempat yang sama, Presiden juga menerima para uskup se-Indonesia. Kedatangan para uskup tersebut dimaksudkan untuk bersilaturahim. Jokowi mengundang para uskup yang kebetulan sedang mengikuti sidang KWI 2018 yang berlangsung di Bandung. Terdapat 35 uskup yang masih aktif dan 4 uskup emeritus ikut hadir dalam pertemuan itu.
Mereka didampingi 5 imam, yakni Sekretaris Eksekutif KWI, RD Siprianus Hormat, RD PC Siswantoko, RD Antonius Haryanto, RD Agus Ulhayanan, dan RD Jhon Russae.
Itu merupakan kunjungan pertama para uskup se-Indonesia ke Istana Kepresidenan Bogor. Pada periode sebelumnya, almarhum Presiden Soeharto pernah menerima kedatangan para uskup se-Indonesia di Istana Negara, Jakarta.
Sebelumnya, Jokowi telah mengadakan silaturahim ke Kantor KWI Jakarta pada 24 Agustus 2018. Pada waktu itu Jokowi didampingi Sekretaris Negara Pramono Anung dan Mensesneg Pratikno.
Kedatangannya ke KWI disambut langsung oleh Ketua KWI Mgr Ignatius Suharyo dan Sekretaris Jenderal KWI Mgr Antonius Subianto Bunjamin, OSC beserta para anggota presidium KWI lainnya. (P-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved