Gunakan Teknologi ke Arah yang Produktif

Dro/X-7
13/11/2018 08:15
Gunakan Teknologi ke Arah yang Produktif
SWAFOTO: Presiden Joko Widodo berswafoto dengan para peserta Kongres Indonesia Millennial Movement 2018 di Istana Bogor, Jawa Barat, kemarin. Melalui kongres tersebut, generasi milenial Indonesia berkomitmen untuk mempromosikan perdamaian dan pencegahan ek(BIRO PERS SETPRES)

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) mengajak generasi milenial hijrah dari ujaran-ujaran kebencian ke ujaran-ujaran kebenaran. Hijrah dari pesimisme ke optimisme, dari pola konsumtif ke produktif, dan dari kegaduhan-kegaduhan ke persatuan dan kerukunan.

"Itulah yang dibutuhkan bangsa ini," ujarnya saat menerima kunjungan peserta Kongres Indonesia Millennial Movement 2018, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, kemarin.

Kepada generasi milenial, Presiden mengingatkan, perkembangan teknologi saat ini dan nanti akan mengubah banyak hal, misalnya lanskap ekonomi, sosial, dan politik. Namun, perubahan tersebut jangan sampai ke arah negatif.

Dalam kesempatan itu Presiden juga mengingatkan potensi intoleransi dan ekstremisme berlebihan dapat muncul dari perubahan itu. "Inilah yang terus harus kita waspadai. Jangan sampai perubahan-perubahan ini membawa kita ke dalam intoleransi, ke dalam ekstremisme yang sangat berlebihan. Hati-hati dengan proses keterbukaan ini," tambah Jokowi.

Presiden juga menyambut baik Maarif Institute yang menginisiasi Kongres Indonesia Millennial Movement 2018, pertemuan dengan para generasi muda untuk menyamakan langkah demi perubahan yang positif.

Presiden menyadari apa yang dirinya dan generasi muda saat ini kerjakan tidak akan langsung dapat dinikmati hasilnya saat ini juga. Pertumbuhan 5% dan prediksi Bank Dunia bahwa Indonesia akan mencapai negara empat besar ekonomi kuat dunia pada 2040-2045 akan dinikmati generasi muda nantinya.

Di tempat yang sama, sejumlah anak muda yang tergabung dalam Kongres Indonesia Millennial Movement 2018 mengumumkan Deklarasi Percaya Indonesia. "Kami generasi milenial Indonesia berkomitmen untuk selalu berpikir kritis dan berpartisipasi dalam upaya menangkal intoleransi dan ekstremisme kekerasan yang mengancam keutuhan bangsa," ujar Yokbet Merauje, perwakilan peserta kongres dari Provinsi Maluku. (Dro/X-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya