Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo menilai merebaknya nilai dan semangat intoleransi disinyalir merupakan ekses negatif dari berbagai peristiwa politik yang terjadi di Indonesia. Jokowi menilai elit politik pun berperan dalam mempengaruhi masyarakat demi mencapai tujuan mereka.
"Intoleransi khususnya di negara kita ini lebih banyak didorong oleh peristiwa-peristiwa politik. Pilbup, Pilwalkot, Pilgub, Pilpres. Kejadiannya banyak dimulai dari situ. Ada pilbup, nanti antar kampung tidak saing ngomongan, ga saling nyapa, pilwalkot antar tetangga ga saling ngomong, karena pilgup antar umat menjadi ada gesekan," ujar Jokowi saat menerima kunjungan peserta Kongres Indonesia Millenial Movement 2018 yang di inisiasi Maarif Institut di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, hari ini.
Padahal menurut Jokowi hal tersebut terjadi karena pengaruh dari para politisi yang pintar mempengaruhi sehingga masyarakat menjadi terpengaruh. Termasuk terkait dengan Pilpres, yang menurut Jokowi dampak pilpres 4 tahun lalu pun hingga saat ini masih belum hilang dan masih dibawa-bawa.
Ia mencontohkan pengaruh politik di media sosial yang membuat saling mengadu diantara masyarakat. Hal itu yang kemudian memunculkan intoleransi akibat sering di bentur benturkan antar kelompok golongan, dan hal itu menurut Presiden sangat berbahaya bagi Indonesia
Ia pun mencontohkan apa yang dirinya alami saat ini yang mendapatkan berbagai fitnah dari lawan politik terkait isu kaitan dirinya dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang meski sudah dibantah berulang kali tetap dipercaya sebagai sebuah kebenaran bagi sekelompok kelompok masyarakat.
"Presiden Jokowi itu PKI udah 4 tahun itu jalan terus. Saya awalnya diam saja, apa sih kok seperti itu. Tetapi setelah kita survei kaget juga saya, 6% lebih masyarakat kita percaya (Informasi tersebut). Itu kan lebih dari 9 juta orang, banyak banget percaya kayak begitu. Kalau gak saya luruskan berbahaya," tutur Jokowi.
Jokowi menyayangkan hal tersebut terjadi hanya demi kepentingan politik semata. Bahkan menurutnya isu tersebut tidak masuk akal, karena dirinya pada tahun 1966 ketika PKI di bubarkan baru berusia 4 tahun. Ia justru mempertanyakan logika berfikir seperti itu, apa mungkin ada balita yang usianya 4 tahun sudah menjadi PKI, meski begitu kenyataannya ada saja yang percaya.
Sekarang ini isunya pun berganti lagi menurut Jokowi bukan lagi tentang dirinya yang di isukan sebagai PKI. Namun kini telah melebar kepada orang tuanya, kakeknya neneknya yang ikut terseret seret dari fitnah tersebut. Jokowi pun menyatakan dirinya tidak menutupi apapun sebab informasinya bersifat terbuka.
Ia pun mempersilahkan untuk menanyakan kepada masjid di rumah orang tua maupun kakek neneknya di Solo. Sebab di Solo semuanya terbuka dan disana pun ada organisasi masyarakat seperti Muhammadiyah, NU, LDI FPI, MTA dan berbagai ormas lainnya yang dapat ditanyakan terkait informasi tersebut.
"Gambar di medsos dengan DN Aidit, ini kan hal hal yang tidak beretika, tidak beradab, tidak bertata krama, dan ini bukan Indonesia. Cara - cara seperti ini hanya untuk kepentingan politik. Padahal tantangan kedepan betul betul besar dengan berbagai perubahan di dunia dengan sangat cepat," pungkas Jokowi. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved