Jokowi: Bangsa Lain Takut dengan Anak Muda Indonesia

Akmal Fauzi
11/11/2018 22:21
Jokowi: Bangsa Lain Takut dengan Anak Muda Indonesia
(MI)

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) kembali menyinggung soal ‘Politik Genderuwo’ yang kerap menakuti rakyat. Kali ini, Jokowi mengungkapkannya saat perayaan ulang tahun Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Indonesian Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, Banten, Minggu (11/11) malam.

Dalam sambutannya Jokowi mengatakan ada pihak-pihak yang sengaja menebar ketakutan. Tanpa menyebut pihak yang dimaksud, ia mengatakan sikap menakuti itu bertentangan dengan langkah anak muda saat ini.

“Bangsa lain takut kepada anak muda kita loh. Tapi di dalam negeri ada yang menakuti anak muda kita sendiri. Ini perlu saya sampaikan, negara-negara tetangga kita itu takut sekali dengan yang namanya Gojek, takut banget, mereka ngomong ke saya kok, sehingga menghambat untuk menginfiltrasi pasar yang ada di sana,” sambung Jokowi

Baca juga: Jokowi: Jadikan Anak Muda Percaya Diri, Bukan Ditakuti

Jokowi menekankan, di Indonesia tidak butuh politik genderuwo yang menebar ketakutan. Menurutnya, hal itu sia-sia karena anak muda di Indonesia tak pernah bisa ditakut-takuti.

Ia justru mendorong semua pihak agar memberi semangat optimisme untuk mendukung pembangunan yang produktif oleh anak muda di Indonesia agar bisa menjadi bangsa yang maju.

”Kita butuh anak muda untuk Indonesia maju, menuju Indonesia maju butuh cara muda, bukan cuma usia, tapi semangat, energi gagasan baru, inovasi, serta kreatifitas muda dan kerja kerja keras,” jelasnya.

Adapun Jokowi hadir di perayaan ulang tahun PSI ke-4 di Indonesian Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, Banten. Jokowi tiba di lokasi acara sekitar pukul 19.25 WIB. Ia terlihat mengenakan kemeja berwarna hijau.

Dalam acara tersebut hadir pula Menko Polhukam Wiranto, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Tohir, Ketua Umum PSI Grace Natalie, dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSI Raja Juli Antoni. (OL-6)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya