Demokrat Paparkan Hasil Investigasi pada Asia Sentinel

Putri Rosmalia Octaviyani
11/11/2018 19:22
Demokrat Paparkan Hasil Investigasi pada Asia Sentinel
(Sekjen Partai Demokrat, Hinca Panjaitan---ANTARA)

SEKJEN Partai Demokrat, Hinca Panjaitan, menegaskan sudah seharusnya pengaitan kasus bank Century dengan Demokrat dan SBY dihentikan. Hal itu karena Demokrat telah melakukan investigasi mendalam atas kebenaran pemberitaan Asia Sentinel.

"Ini hasil dari kami investigasi selama 60 hari ke belakang. Kami melakukan pencarian ke Hongkong," ujar Hinca, di hotel Sultan, Jakarta, Minggu, (11/11).

Baca juga: Ungkap Tuntas Kasus Century

Hinca mengatakan, hasil investigasi menyebutkan jika Asia Sentinel hanya media kecil yang beranggotakan 5 orang. Sebanyak 4 orang bertindak sebagai pemegang saham dan 1 orang sebagai penulis.

"Yang menulis itu hanya John Peter Berthelesen. Dia ternyata juga tidak tinggal di Hongkong, tetapi di Amerika. Perwakilan kami berhasil menemui dia di rumahnya," ujar Hinca.

Ia mengatakan, pemberitaan itu sebagai fitnah yang sangat merugikan Demokrat. Penurunan performa dan penilaian publik pada Demokrat akibat pemberitaan Asia Sentinel sangat dirasakan.

Meski begitu, ia mengatakan, Demokrat menghargai permintaan maaf secara terbuka yang dilakukan oleh Asia Sentinel. Saat ini Demokrat akan menyuarakan pada masyarakat atas ketidakbenaran pemberitaan Asia Sentinel. "Media lokal juga sudah mencabut pemberitaan dan kami melakukan hak jawab," ujar Hinca.

Baca juga: KPK Diminta tidak Tebang Pilih Jerat Nama Besar di Kasus Century

Dijelaskan Hinca, hasil investigasi yang dilakukan Demokrat bukan hanya untuk mengetahui perihal kejelasan Asia Sentinel. Tetapi juga mencari bukti lewat hasil audit BPK untuk membuktikan tidak ada aliran dana ke SBY dan Demokrat.

"Hasil audit BPK sebut tidak ada aliran dana ke SBY atau Demokrat dari Century untuk pemilu 2009," ujar Hinca.

Sebelumnya, laman berita asiasentinel.com merilis investigasi tentang patgulipat di balik Bank Century hingga menjadi Bank Mutiara yang akhirnya jatuh ke tangan J Trust. Artikel yang ditulis langsung oleh pendiri Asia Sentinel, John Berthelsen, itu mengklaim adanya konspirasi mencuri uang negara hingga USD 12 miliar dan mencucinya melalui perbankan internasional.

Asiasentinel.com menyebut Bank Century sebagai ‘Bank SBY’ karena lembaga keuangan hasil merger tiga bank itu menyimpan dana gelap terkait Partai Demokrat yang dipimpim SBY. Bank Century lantas disuntik modal pada 2008 dan berubah nama menjadi Bank Mutiara setelah diakuisisi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Namun, akhirnya 8 hari setelah merilis berita, Asia Sentinel menarik berita tersebut dan melakukan permintaan maaf pada SBY dan Demokrat. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya