Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT politik Maksimus Ramses Lalongkoe menilai, politik Genderuwo yang diucapkan Presiden Joko Widodo di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (9/11), merupakan ekspresi puncak kemarahan Jokowi terhadap berbagai narasi menyimpang, narasi hoaks yang disampaikan sejumlah pihak terhadap masyarakat.
Maraknya berita hoaks, pembelokan fakta, dan narasi-narasi kebohongan kepada rakyat membuat mantan Gubernur DKI Jakarta itu tidak tahan lagi untuk tidak mengungkapkan kekesalannya.
"Dugaan saya, pak Presiden Jokowi marah karena perilaku sekelompok orang khususnya elite politik yang kerap dan sering menyuarakan hoaks, membalikkan fakta dan menebarkan narasi kebohongan sehingga Jokowi marah dengan mengucapkan diksi yang bersayap," kata Ramses di Jakarta, Jumat.
Direktur Eksekutif Lembaga Analisis Politik Indonesia ini menganggap hal yang sama tentang istilah politisi sontoloyo dan politik genderuwo, ia beranggapan istilah tersebut digunakan untuk mengingatkan politisi agar memberikan pendidikan politik yang positif kepada masyarakat agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar.
"Saya kira itu cara paling tepat untuk mengingatkan para politisi agar tidak melakukan hal yang sama agar generasi ke depannya mendapatkan pendidikan politik yang baik," ujarnya.
Untuk itu, Ramses berharap, ucapan Presiden Jokowi soal polutik genderuwo tidak perlu dipersoalkan dan dipelomikkan.
Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyindir aksi para politikus yang gemar menyebar propaganda menakutkan yang disebutnya sebagai politik genderuwo.
Di hadapan 3.000 penerima sertifikat di Kabupaten Tegal, Presiden Jokowi mengemukakan bahwa saat ini banyak politikus yang sering melontarkan pernyataan-pernyataan yang menakutkan.
"Coba kita lihat politik dengan propaganda menakutkan, membuat ketakutan, kekhawatiran. Setelah takut yang kedua membuat sebuah ketidakpastian. Itu sering saya sampaikan itu namanya politik genderuwa," ujar Jokowi di Tegal, Jumat. (RO/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved