Akhir Tahun, Jumlah Permintaan Narkoba Meningkat

Bayu Anggoro
08/11/2018 14:53
Akhir Tahun, Jumlah Permintaan Narkoba Meningkat
(ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

PEREDARAN narkoba diprediksi meningkat di akhir tahun seiring tingginya permintaan akan barang haram tersebut. Hal ini terkait juga dengan perayaan tahun baru di masyarakat khususnya kalangan pengguna.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat Brigjen. Sufyan Syarief menjelaskan pengawasan terhadap peredaran narkoba harus ditingkatkan setiap akhir tahun seperti saat ini. Biasanya, lanjut dia, penggunaan barang haram ini akan meningkat seiring banyaknya pesta perayaan tahun baru yang akan dilakukan masyarakat.

Baca juga: Ribuan Santri Perangi Narkoba

"Di akhir tahun akan meningkat kebutuhan dan distribusi narkoba," katanya dalam asistensi penguatan pencegahan dan pemberantasan narkoba, di Bandung, Kamis (8/11).
 
Menurutnya Indonesia menjadi sasaran empuk bagi jaringan pengedar narkoba internasional. Selain karena wilayahnya yang strategis,  jumlah penggunanya pun cukup banyak. "Secara nasional ada 5 juta, di Jawa Barat ada 900 ribu," tandasnya.

Modus penggunaan narkoba pun sudah bertambah banyak sehingga harus terus diwaspadai. Pihaknya kini tengah mewaspadai anak-anak yang dimanfaatkan sebagai kurir narkoba. Hal ini kerap kali dilakukan pengedar untuk mengelabui petugas dengan harapan luput dari pantauan.

Baca juga: PN Medan Vonis Mati Bandar Narkoba

"Anak-anaknya enggak tahu dijadikan kurir. Biasanya mereka pengguna juga, atau karena faktor ekonomi," katanya seraya menyebut penggunaan anak-anak ini biasanya untuk peredaran sabu dan ganja.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Berantas BNNP Jawa Barat AKBP Daniel Santiago menyebut tidak ada satu pun daerah di Jawa Barat yang terbebas dari narkoba. Terlebih, menurutnya Indonesia digempur oleh jaringan pengedar narkoba internasional. "Yang di Indonesia dari Afrika Barat, Iran, Tiongkok, Malaysia, Eropa," katanya.

Di sisi lain, dia mengakui keberadaan BNN belum maksimal karena  baru ada di 14 kabupaten/kota. "Harusnya BNNK ada 27 (kabupaten/kota) tapi di Jawa Barat baru ada 14," pungkasnya. (OL-6)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya