Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KERIUHAN di media sosial tidak berbanding lurus dengan elektabiltas calon legislatif. Pasalnya, masih banyak masyarakat yang belum terjangkau media sosial.
Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo mendorong calon legislatif Partai Hanura mengedepankan strategi terjun langsung ke lapangan.
Semua keberhasilan apa yang sudah dikerjakan oleh pemerintah, harus disampaikan dan dijelaskan langsung ke masyarakat.
"Sekarang gak zamannya main di TV dan medsos. Itu penting, tapi komunikasi tatap muka, door to door sangat penting sekali. Banyak masyarakat yang tidak terjangkau oleh Facebook, Instagram, Twitter. Glamornya, riuhnya di media sosial tidak menjamin dapat kepercayaan dari rakyat," ujar Presiden saat memberikan pembekalan kepada para caleg Partai Hanura di Hotel Discovery, Ancol, Jakarta, Rabu (7/11).
Pada kegiatan ini, Presiden Joko Widodo didampingi Ketua Umum Tim Kampanye Nasional Pasangan Joko Widodo–KH Ma’ruf Amin, Erick Thohir, Ketua Umum Golkar sekaligus Menteri Perinduatrian, Airlangga Hartarto, dan Mensesneg, Pratikno.
Strategi kampanye dari pintu ke pintu, jelas Jokowi, pernah berhasil ia terapkan di Pilkada Solo dan Pilkada DKI Jakarta. Bermodal program kerja, ia berhasil meraih kepercayaan masyarakat.
"Ini pentingnya door to door kita gunakan pendekatan itu untuk mencuri hati rakyat. Periode kedua (Wali Kota Solo meraih 91%. Ya itu memang capek dari tengah malem sampai subuh bolak balik kayak gitu terus itu juga yang saya lakukan di Jakarta," tandas mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Kampanye dari pintu ke pintu, sambungnya, juga efektif menangkal berbagai isu negatif yang menerpa pemerintah.
Isu-isu yang tersu berkembang menyangkut pasangan calon presiden, tidak pernah berhenti, terlebih lagi melalui media sosial. Isu-isu penting itu yang berkembang mengenai PKI, isu tentang tenaka kerja asing, kriminalisasi ulama, serta isu antek asing.
"Antek asing yang mana? Freeport sudah head of agreement, Blok Mahakam sudah diserahkan ke Pertamina," ujarnya.
Di masa sekarang ini, tidak bisa lagi semua yang sudah dikerjakan itu hanya disampaikan lewat media sosial. Masyarakat membutuhkan penjelasan atas isu-isu juga berbagai pencapaian kinerja pemerintah selama ini.
"Lebih aktof sampaikan kinerja yang kita lakukan, sinergitas antartim sangat penting. Perkuat jaringan dengan akar rumput dan dengan cara ini saya meyakini perjuangan kita akan membuahkan hasil maksimal," pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang mengatakan alasan partainya mendukung Jokowi di periode kedua, yaitu karena masyarakat daerah sangat merasakan pembangunan di era mantan Wali Kota Solo itu.
"Karena daerah membutuhkan pembangunan. Bukan hanya di Jakarta ini," ujarnya. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved