Jokowi Kuasai Jawa Prabowo di Sumatra

Budi Ernanto
07/11/2018 08:25
Jokowi Kuasai Jawa Prabowo di Sumatra
Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum Pencak Silat Indonesia Prabowo Subianto menyaksikan para pesilat Indonesia yang bertarung dalam ajang Asian Games ke-18 di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta (29/8/2018).( FOTO/SETPRES)

PASANGAN calon presiden dan calon wakil presiden nomor 01 Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin unggul di Jawa, sedangkan pasangan nomor 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menang di Sumatra.

Demikian hasil survei Alvara Research Center yang dirilis kemarin.

"Pemilih di Jawa dan Su-matra akan sangat menentukan siapa yang akan menjadi pemenang di Pemilu 2019," kata pendiri Alvara Research Center, Hasanuddin Ali, di Jakarta, kemarin

Survei nasional yang dilakukan pada 8-22 Oktober 2018 dengan melibatkan 1.781 responden di 33 provinsi tersebut menunjukkan Jokowi-Amin unggul di Jawa dengan pemilih sebesar 59,1%, sedangkan Prabowo-Sandiaga meraih 29,2% dan sisanya belum memutuskan.

Di Sumatra, Prabowo-Sandiaga unggul dengan raihan 44,6% dari Jokowi-Amin yang mendapat 40%, dan sisanya 15,4% belum memutuskan.

Selain di Jawa, Jokowi-Amin juga unggul di Bali-Nusa Tenggara, Kalimantan, Maluku, Papua, dan Sulawesi.

Hasanuddin mengatakan pasangan nomor urut 01 tersebut juga unggul di semua generasi, di antaranya usia 17-21 tahun dengan 47,9%. Untuk rentang usia itu, pasangan nomor urut 02 mendapat 36%. Adapun untuk usia lebih dari 53 tahun, Jokowi-Amin unggul dengan 57,5%, sedangkan Prabowo-Sandiaga 30,4%.

Ia mengatakan perebutan pemilih muda dan milenial akan cukup sengit karena selisih elektabilitas usia itu tidak mencapai 20% jika dibandingkan dengan generasi yang lebih tua.

"Tidak cukup kampanye di lapangan terbuka dengan mengundang artis dangdut. Diperlukan dialog di ruang tertutup dengan tanya jawab untuk menjangkau generasi muda," tutur Hasanuddin.

Kampanye yang paling efektif untuk menyasar gene-rasi milenial, imbuhnya, ialah melalui media sosial.

Di sisi lain, pemilih kubu Jokowi-Amin dan Prabowo-Sandiaga memiliki kecenderungan ideologis yang berbeda. Pendukung Jokowi-Amin cenderung berideologi Pancasila, sedangkan pendukung Prabowo-Sandiaga cenderung berada di pihak negara Islam.

Namun, ia mengungkapkan kubu Prabowo-Sandiaga tidak bisa mengandalkan pemilih Islam agar bisa menang dalam Pilpres 2019.

"Basis pemilih Islam dan khilafah kecil. Kalau Prabowo hanya mengandalkan itu, tidak akan besar," tukasnya.

PDIP juara

Sementara itu, pada survei lain disebutkan bahwa PDI Perjuangan masih menguasai wilayah Jawa Barat.

Demikian hasil survei Indopolling Network tentang peta elektoral capres dan partai politik di Jawa Barat menjelang Pilpres 2019.

"PDIP masih unggul dengan elektabilitas 19,5%, di-susul Gerindra 13,8%. Golkar berada di urutan ketiga dengan elektabilitas 9,2%," ujar Direktur Indopolling Wempy dalam pemaparan survei Indopolling Network di Cikini, Jakarta Pusat, kemarin.

Wempy menambahkan, keunggulan PDIP di wilayah Jawa Barat berkaitan dengan tingkat kepuasan masyarakat atas kepemimpinan Joko Widodo yang mencapai angka 55,3%.

Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling selama periode 9-15 Oktober 2018, yang melibatkan 1.200 responden berusia 17 tahun ke atas dan telah memiliki hak pilih.

Dalam menanggapi hal itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan hasil survei itu dapat menjadi pemacu partainya untuk menjadi lebih baik dalam menghadapi pilpres dan pileg tahun depan.

"Kami tetap tidak boleh berpuas diri. Kami tetap harus bekerja dengan baik, terus ke bawah, menyentuh rakyat," kata Hasto saat dihubungi, kemarin. (*/Ant/X-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya