Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
REKTOR Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Komaruddin Hidayat menyebutkan, sejumlah bangsa saat ini dihadapkan dengan tiga problem.
Menurutnya, tiga problem itu antara lain problem teknologi, problem politik, dan problem identitas. Komaruddin menjelaskan, bangsa/negara mana pun kalau tertinggal aspek teknologinya pasti sulit untuk bersaing dengan negara lain.
"Walaupun negaranya kaya, alam, dan penduduknya kalau teknologi terbelakang sulit untuk bersaing," ungkapnya saat menjadi pembicara dalam diskusi publik bertajuk 'Menimbang Kembali Konstitusi Indonesia' yang digelar Mufakat Budaya Indonesia di ruang rapat Media Indonesia, Jakarta Barat, Selasa (6/11).
Akademisi itu memaparkan, sekarang yang namanya neo kapitalisme kekuasaannya tidak berdasarkan berapa luas tanahnya, berapa kapitalnya, berapa mesin industrinya. Karena itu hanya kapitalisme tahap awal.
"Sekarang neo kapitalisme itu, siapa yang menguasai big data dan dia mengendalikan salinan informasi itulah neo kapitalisme. Maka kekayaan Jack Ma, bukan berapa luas tanah dan mesin serta pabriknya, tapi kuasanya itulah teknologi. Nah Indonesia dalam hal ini ketinggalan sekali," tegas Komaruddin.
Sedangkan, problem politik dilihat dari beres tidak politiknya. Dalam hal ini bisa dilihat dari beres tidaknya SDMnya. "Nah kalau ini gagal dan tidak jalan, maka ini juga akan berantakan seperti di Timur Tengah, negara yang demokratis itu yang ribut. Karena politiknya tidak beres," terangnya.
Selain itu, lanjut Komarudin, problem identitas. Meski negara itu politiknya maju dan teknologi maju namun identitas itu tidak boleh hilang.
Amerika, saja yang paling modern dan paling demokratik pun, ternyata identitasnya juga menguat di masa Trump. "Hanya saja di sana, aspek politik dan teknologi aspek ini sudah mapan, maka identitas itu tidak," katanya.
Dalam berapa kasus ini, Jepang paling berhasil mempersatukan ketiganya. Teknologi, Politik, dan Identitasnya disatukan.
"Orang Jepang itu identitas kejepangannya tinggi sekali dan itu sedemikian rupa dan bersatu," ujarnya.
Namun, tambah Komaruddin, problem identitas ini kalau tidak diimbangi dengan teknologi dan politik maka akan menambahkan problem kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.
"Makanya menarik kita lihat kaitannya ini dengan UUD, politika problem ini makin memburuk kalau rekrutmen legislatif dan eksekutif ini tidak berkualitas jadi orang yang terrekrut pada jajaran dua itu, ini bukan orang yang terbaik dari putra bangsa. Dan orang baik menjadi terpinggirkan," pungkasnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved