Bela Negara dengan Berwirausaha

Agus Utantoro
05/11/2018 08:25
Bela Negara dengan Berwirausaha
KULIAH UMUM: Sejumlah mahasiswa mengikuti kuliah umum Wakil Presiden Jusuf Kalla di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, Sleman, DI Yogyakarta, kemarin. Dalam kuliah umum yang diikuti oleh ribuan mahasiswa UPN itu, Wapres Jusuf Kalla(ANTARA/ANDREAS FITRI ATMOKO)

WAKIL Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menegaskan gerakan bela negara bisa dilakukan dengan membantu memperkuat perekonomian negara dengan berwirausaha.

"Karena tanpa pengusaha, bela negara tidak ada artinya," katanya saat memberikan kuliah umum dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda di Auditorium Universitas Pembangunan Nasional (UPN) 'Veteran' Yogyakarta, kemarin.

Menurut Wapres, untuk membela negara saat ini dibutuhkan pembangunan perekonomian sehingga negara ini memiliki perekonomian yang kuat sehingga ditakuti dan dihargai oleh negara-negara lain.

"Bela negara tidak berarti baris berbaris, bukan hanya tekad atau menyanyikan mars, melainkan dibutuhkan pembangunan perekonomian yang kuat yang ditakuti dan dihargai negara lain sehingga negara kita terbela dan orang lain tidak pernah mengganggu negara ini," katanya.

Ia pun berharap para mahasiswa tidak menggantungkan diri dengan hanya bercita-cita menjadi pegawai negeri sipil (PNS) karena peluang itu sangat kecil.

"Anda semua mahasiswa harus memahami bahwa cita-cita menjadi pegawai negeri sipil (PNS) peluangnya kecil sekali. Kesempatannya tidak lebih dari 3%," tukasnya.

Jaga persatuan

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk bersama-sama menjaga persatuan.

Karena hal tersebut merupakan sesuatu yang sangat mahal dan penting bagi kehidupan berbangsa.

"Kita mengajak seluruh bangsa Indonesia bahwa persatuan itu harga yang sangat mahal dan sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, jangan sampai kita mencoba menodai persatuan Indonesia yang sudah kita warisi dari para pendahulu kita," ujar Menko Polhukam Wiranto saat menghadiri penutupan seminar nasional bertajuk Pemuda dan Bela Negara di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Sabtu (3/11) lalu.

Kehadiran Menko Polhukam tersebut mewakili Presiden RI Joko Widodo.

"Saya berada di UIN Yogyakarta untuk menghadiri satu acara seminar bahkan menutup. Saya mewakili Pak Presiden yang sedianya hadir. Namun, karena kepadatan, acara saya diminta wakilkan," kata Wiranto.

Seminar nasional yang diselenggarakan selama tiga hari pada 1-3 November di Yogyakarta itu dalam rangka Pekan Pancasila dan Bela Negara. Dalam seminar juga digelorakan aksi tekad kebangsaan mahasiswa se-Indonesia untuk NKRI.

Dalam kesempatan itu, Menko Polhukam juga kembali mengingatkan bagaimana kewajiban dan keharusan semua pihak untuk melakukan bela negara.

Menurut dia, kata kuncinya adalah Pancasila. bela negara yang harus selalu dipegang teguh untuk persatuan Indonesia.

"Indonesia yang satu, kemerdekaan karena Indonesia satu. Kita bisa membangun (bangsa) kalau Indonesia satu. Kita bisa aman bisa mencapai suatu masyarakat adil makmur dalam pembangunan kalau kita bersatu," tutup mantan panglima ABRI tersebut. (Hil/Dro/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya