Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Umum Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) PDI Perjuangan (PDIP) Nasyirul Falah Amru meminta masyarakat jeli menilai aksi bela agama yang ditunggangi kepentingan politik.
“Kita cinta NKRI, Pancasila, dengan budaya dan semua pemeluk agama. Masyarakat jangan dihasut, jangan diganggu ketenangannya. Para pendiri bangsa sudah menggali Pancasila sebagai jiwa dan kepribadian bangsa. Di dalam Pancasila, kita mengakui dan menempatkan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai prinsip pertama, yang menyatu dan dibumikan ke dalam sila lainnya. Jadi agama menjadi landasan moral, etika, dan tuntunan bangsa menuju masyarakat adil dan makmur, bukan sebaliknya menjadi alat kekuasaan politik," kata pria yang akrab disapa Gus Falah lewat keterangan resminya, Jumat (2/11).
Gus Falah mengungkapkan, dirinya miris melihat organisasi masyarakat yang sudah dibubarkan pemerintah, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), masih bebas beraktivitas. Kondisinya makin memprihatinkan, lanjut dia, karena kelompok HTI itu dekat dengan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, pasangan capres-cawapres pada Pemilu 2019.
Menurutnya, salah satu bukti kedekatan HTI dalam kelompok pendukung Prabowo-Sandiaga adalah saat politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menjadi inisiator gerakan ganti presiden, Mardani Ali Sera, menyampaikan gerakan ganti presiden dan ganti sistem bersama eks Juru Bicara HTI Ismail Yusanto.
Video Mardani dan Ismail viral di media sosial hingga berujung dilaporkan ke kepolisian. Pasalnya, HTI sudah dibubarkan dan menjadi ormas terlarang karena dinilai bertentangan dengan Pancasila. Adapun Hizbut Tahrir juga sudah menjadi ormas terlarang di banyak negara lain, termasuk di Mesir, Yordania, Arab Saudi, Suriah, Libya, Turki, karena dinilai menyebarkan paham radikal.
“Ini jadi rentan disusupi, ditunggangi. Kita enggak mau Indonesia kacau kayak Suriah, itu pengalaman buruk. NKRI adalah sajadah kita, kewajiban kita melestarikan sesuai ajaran para ulama,” ungkap Bendahara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tersebut.
Gus Falah mengatakan, masyarakat jangan terhasut mengikuti aksi bela agama, atau bela kalimat tauhid yang dimanfaatkan untuk tujuan politik.
Sebagai masyarakat nahdliyin, Gus Falah juga menyampaikan sangat menghormati para habib. Oleh karena itu, dia berharap para habib berperan aktif menahan berkembangnya ideologi radikal dengan menyampaikan pesan persatuan dan keteduhan.
"Aksi bela tauhid itu dengan tahlilan, muliakan Rasulullah SAW dengan manakiban, Mauludan. Kami sangat memuliakan habib, kami ciumi tangannya, kami baca pesan leluhurnya. Habib-habib yang kami muliakan, jangan sampai mengajak masyarakat ke dalam HTI,” pungkasnya. (RO/OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved