Jerman Jajaki Potensi Pasar Industri Digital di Indonesia

Rudy Polycarpus
01/11/2018 20:38
Jerman Jajaki Potensi Pasar Industri Digital di Indonesia
(Antara)

INDONESIA menjajaki sejumlah kerja sama, khususnya di bidang industri digital dan pendidikan vokasi. Bagi Jerman, pasar di Indonesia memiliki potensi besar untuk penetrasi produk-produk salah satu negara maju itu.

Topik tersebut menjadi dibahas Presiden Joko Widodo ketika bertemu Menteri Ekonomi dan Energi Jerman Peter Altmaier di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/11).

Presiden didampingi Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong dalam pertemuan yang berlangsung tertutup itu.

Kedatangan Altmaier bertepatan dengan Konferensi Bisnis dan Industri Jerman untuk Kawasan Asia Pasifik yang akan digelar di Jakarta, Jumat (2/10).

Seusai pertemuan, Lembong mengatakan Jerman merupakan negara kuat di bidang industri otomotifnya. Selain itu, Jerman juga kuat di bidang teknik mesin. Altmaier dan Jokowi membicarakan banyak hal, mulai dari revolusi industri 4.0 hingga pendidikan vokasi.

"Menteri Altmaier akui Jerman sngat kuat di industri internet lewat B2B, dari korporat ke korporat, tapi masih lemah di B2C, business to consumer. Sementara kita kuat di B2C kayak Tokopedia, Traveloka, Bukalapak. Itu semuanya B2C. Jadi masing-masing saling mengisi, saling melengkapi," tandasnya.

Ia menambahkan, ketika Presiden berkunjung ke Jerman pada 2015, Kepala Negara mengatakan fokus utama kerja sama Indonesia dengan Jerman adalah pendidikan vokasi. Pelatihan vokasi serta keterampilan-keterampilan praktis juga penting buat pekerja-pekerja Indonesia.

Pasalnya, soal pendidikan vokasi ini, Jerman memiliki sistem khusus yang sudah sejak lama diakui banyak negara.

"Jadi pelatihan vokasi, keterampilan-keterampilan praktis buat pekerja-pekerja kita supaya bisa menguasai teknik permesinan seperti mesin-mesin industri, mesin otomotif," jelas Lembong.

Lembong enggan menjelaskan lebih lanjut detail soal rencana investasi Jerman di Indonesia. Menurutnya hal itu akan diutarakan pada Konferensi Bisnis dan Industri Jerman untuk Kawasan Asia Pasifik yang digelar di Jakarta, 1-3 November.

"Tunggu konfrensi induatri Jerman besok. Di sana hadir para CEO perusahaan besar seperti CEO Siemens. Kita beruntung sekali bisa jadi tuan rumah ini," pungkasnya. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya