Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TAHUN ini, sebanyak enam tokoh diusulkan untuk dikukuhkan sebagai pahlawan nasional. Dari enam nama tersebut, ada satu yang berlatar belakang militer. Nama-nama mereka akan diumumkan pada Jumat (9/10) dalam rangka memperingati Hari Pahlawan yang jatuh setiap 10 November.
"Nanti Mensesneg yang akan mengumumkan. Kami hanya memberi masukan hasil penelitian selama setahun," ujar Wakil Ketua Dewan Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan Jimly Asshiddiqie seusai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (1/11).
Nama-nama yang dimaksud merupakan usulan dari Tim Peneliti Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) dan TP2GD (daerah). Dewan Gelar telah membahas nama yang diusulkan tersebut. Pada prinsipnya, pemerintah menghargai semua pahlawan yang berjasa untuk bangsa dan negara. Dari sembilan usulan nama calon pahlawan, tidak semua akan disahkan sebagai pahlawan.
"Prosesnya bukan di kami, tapi di Kementerian Sosial ada tim TP2GP yang meneliti, nanti terakhir diserahkan ke dewan gelar. Dewan gelar kemudian lapor ke presiden," tandasnya.
Baca juga: Kemensos Usulkan 16 Nama Calon Pahlawan Nasional
Sementara, Ketua Dewan Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan Ryamizard Ryacudu enggan menyebutkan siapa saja tokoh yang masuk nominasi pahlawan nasional. Namun, ia mengatakan salah calon merupakan tokoh dari provinsi baru.
Tahun lalu, empat nama diberi gelar Pahlawan Nasional berdasarkan Keppres Nomor 115/TK/Tahun 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional, Presiden RI Joko Widodo.
Mereka adalah TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid tokoh asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Laksamana Malahayati (Keumalahayati) dari Aceh, Sultan Mahmud Riayat Syah (Kepulauan Riau), dan Lafran Pane (Yogyakarta) sebagai pahlawan nasional.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini Presiden ke-2 Republik Indonesia Soeharto serta Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur tidak diusulkan TP2GP menjadi pahlawan nasional.
Jimly mengaku tidak mengetahui alasan dua nama mantan Presiden RI itu tidak diajukan. "Itu tanya ke tim TP2GP di Kemensos, tahun ini tidak diajukan," pungkasnya. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved