Aksi Bela Tauhid Kurang Berempati Pada Musibah yang Melanda Negeri

Golda Eksa
01/11/2018 17:20
Aksi Bela Tauhid Kurang Berempati Pada Musibah yang Melanda Negeri
(ANTARA)

AKSI massa bela tauhid yang rencananya digelar di depan Istana Kepresidenan pada Jumat (2/11), dinilai kurang memiliki empati atas rentetan musibah yang melanda negeri, seperti bencana alam di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah, serta insiden jatuhnya pesawat Lion Air JT610 di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat.

Demonstrasi itu terkait insiden pembakaran bendera dan ornamen berlafalkan kalimat tauhid milik organisasi kemasyarakatan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) saat perayaan Hari Santri Nasional di Garut, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

"Kalau kita harus sepeti yang seperti ini, kok kayaknya kurang berempati menurut saya. Apalagi persoalan (pembakaran) itu sudah ditangani polisi," ujar Wakil Kapolri Komjen Ari Dono Sukmanto kepada wartawan di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (1/11).

Pimpinan Korps Bhayangkara, sambung dia, sudah menginstruksikan seluruh kapolda dan kapolres agar mengimbau tokoh masyarakat maupun semua ormas untuk tidak perlu berangkat ke Jakarta guna bergabung dalam aksi tersebut.

Kepolisian pun diakuinya tidak berhak melarang masyarakat, namun diharapkan penyampaian aksi itu dapat berjalan tertib dan dalam prosesnya tidak melanggar hukum.

"Persoalan ini sudah diselesaikan dan polisi juga sedang menangani perkara pelaku pembakaran secara hukum. Nah, kalau masih mau demonstrasi lagi, jadi kita bertanya-tanya siapa mereka ini? Kan begitu," ujar dia.

Menurut dia, pasukan pengamanan gabungan dari Polri, termasuk TNI, Pemda DKI, dan Satpol PP berjumlah sekitar 14 ribu orang. Seluruh pasukan pun akan mengamankan rangkaian aksi yang diperkirakan melibatkan 10 ribu peserta. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya