Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TOKOH Nahdlatul Ulama (NU) Salahuddin Wahid (Gus Sholah) meminta kepada umat islam untuk tidak ikut dalam aksi 211 yang dilakukan Jumat (2/11) sebagai bentuk memprotes pembakaran bendera di Garut, Jawa Barat beberapa waktu lalu.
“Sebaiknya tidak. Tapi kalau sudah terlanjur (disiapkan) itu menjadi (aksi) yang terakhir. Enggak ada gunanya lagi. Masing-masing punya pendirian hormati pendirian masing-masing,” kata Gus Sholah ditemui di Gedung Joang, Jakarta, Kamis (1/11).
Ia berharap semua pihak untuk tidak memperkeruh situasi polemik bendera. Jika pun aksi itu tetap dilakukan, ia berharap tidak ada perbuatan dari masa aksi yang justru memancing keributan.
“Ini menjadi unjuk rasa terakhir. Saya harap unjuk rasa besok baik tidak memancing emosi lagi. Saya ngelihat di youtube ada kantor NU diserang. Enggak perlu lah. Tidak ada yang diuntungkan dengan itu, baik yang diserang maupun diserang,” ujarnya.
Undangan aksi yang bertajuk Aksi Bela Tauhid jilid dua tersebar luas di media sosial. Dalam poster undangan itu, massa diarahkan untuk melakukan Salat Jumat berjamaah terlebih dahulu di Masjid Istiqlal. Kemudian, massa akan melaksanakan parade menuju Istana Negara dan dianjurkan membawa bendera Tauhid.
Aksi sebelumnya telah digelar pada Jumat (26/10) lalu. Saat itu, ratusan massa demonstrasi emadati titik kumpul di bundaran kolam depan Patung Kuda Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved