Soal Eksekusi Mati TKI Tuti, Moeldoko: Presiden Sudah Maksimal

Insi Nantika Jelita
31/10/2018 20:28
Soal Eksekusi Mati TKI Tuti, Moeldoko: Presiden Sudah Maksimal
(ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak)

KEPALA Staf Kepresidenan Moeldoko turut menanggapi terkait tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi Tuti Tursilawati yang dihukum mati pemerintah setempat. Adapun, eksekusi mati Tuti dilakukan tanpa pemberitahuan resmi kepada Pemerintah Indonesia.

Moeldoko mengatakan pemerintah sudah berusaha maksimal mengikat Arab Saudi dengan perjanjian bilateral terkait eksekusi mati para migran di sana.  "Presiden sudah berusaha semaksimal mungkin tapi karena warga ini begitu besar ya kadang-kadang ada sesuatu yang mesti termonitor dengan baik," ungkap Moeldoko saat ditemui usai meresmikan program GO RelaOne di Rumah Aspirasi, Jalan Proklamasi Nomor 46, Menteng, Jakarta, Rabu (31/10).

Moeldoko mengaku bahwa hubungan bilateral Indonesia dengan negara-negara lain, termasuk Arab Saudi sudah berjalan baik. Dalam hal ini, sambung dia, Kementerian Luar Negeri pun memiliki tugas untuk mengawasi TKI di luar negeri, termasuk Arab Saudi.

"Sebenarnya secara bilateral hubungan lebih baik itu. Makanya nanti Menlu yang akan mengawasi bagaimana prosesnya itu berjalan. Ini saya pikir nanti Menlu yang bisa jelaskan secara teknis," tandasnya.

Tuti Tursilawati divonis hukuman mati pada 2011 atas kasus pembunuhan yang ia lakukan setahun sebelumnya. Ia membunuh ayah majikannya, Suud Mulhak Al Utaibi karena dilatarbelakangi pelecehan yang kerap diterimanya. Tuti kemudian dieksekusi mati di Kota Thaif, Arab Saudi, pada Senin (29/10) pukul 09.00 waktu setempat. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya