Perilaku Korup Jauhkan Kesejahteraan Rakyat

Yanusrisa Ananta
28/10/2018 18:30
Perilaku Korup Jauhkan Kesejahteraan Rakyat
(MI/ M Irfan)

DIREKTUR Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mengatakan, makna Sumpah Pemuda saat ini lebih dari Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa. Menurutnya, Sumpah Pemuda tidak hanya berhenti pada keindonesiaan dalam tiga sumpah tersebut. Namun, para pemuda kini harus mampu mewujudkan kesejahteraan rakyat dengan melawan perilaku korupsi.

"Tanpa adanya korupsi Indonesia lebih mudah bersatu dan yang mampu melemahkan satu bangsa adalah korupsi. Kesejahteraan semakin sulit diraih," kata Titi saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (28/10).

Dalam pandangan Titi, perilaku korup berpotensi menjauhkan pemimpin dari rakyatnya. Hal ini berimplikasi kesejahteraan menjadi sulit tercapai. Korupsi juga merusak demokrasi. Pemuda-pemudi saat ini, lanjut Tuti, memiliki peran besar untuk memerangi korupsi.

"Kalau anak muda antikorupsi maka ketika mereka memimpin dan menjadi penyelenggara negara mereka akan memimpin dengan bersih sehingga kesejahteraan rakyat sangat mungkin terwujud dan kepercayaan akan demokrasi pulih kembali," tuturnya.

Titi melanjutkan, dalam perilaku antikorupsi terkandung kejujuran. Seseorang yang berperilaku antikorupsi tidak akan mendegradasi hak orang lain atau menegasikan kelompok minoritas. Tidak mementingkan kepentingan diri sendiri dan memoerkaya diri sendiri.

"Dalam praktik korupsi itu kesejahteraan hanya milik segelintir orang, dan yang terpenting merusak demokrasi. Tidak mungkin demokrasi terwujud kalau tidak ada antikorupsi," pungkasnya. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya