Revolusi Mental bukan Orientasi Proyek

(Nav/Hd/P-1)
28/10/2018 06:50
Revolusi Mental bukan Orientasi Proyek
(MEDCOM)

REVOLUSI mental bukan berorientasi pada proyek. Apalagi, itu sekadar instruksi pemerintah. Revolusi mental harus menjadi gerakan sosial yang hidup di masyarakat Indonesia.

Demikian ditegaskan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo pada Acara Rembuk Nasional Indonesia Bersatu Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental Tahun 2018 Hotel Peninsula Manado, Sulawesi Utara, kemarin.

"Tema kegiatan kita pada rembuk nasional Ini ialah Revolusi mental memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa untuk Indonesia maju. Revolusi mental bukanlah berorientasi pada proyek atau sekadar instruksi pemerintah, tetapi harus menjadi gerakan sosial masyarakat Indonesia," ujar dia.

Menurutnya, menginjak 4 tahun pelaksanaan revolusi mental telah banyak perubahan terjadi, antara lain semakin baiknya pelayanan publik, tingkat disiplin ASN dan masyarakat, kemandirian bangsa, kebersihan lingkungan, serta semakin kukuhnya NKRI di tengah terpaan berbagai ideologi dunia.

"Perubahan pola pikir, pola sikap, dan pola perilaku haruslah menjadi inti dalam perubahan yang dimaksudkan dalam revolusi mental," cetusnya.

Tjahjo menambahkan sebagai bangsa besar dan majemuk Indonesia mempunyai kurang lebih 714 suku. Jumlah itu lebih banyak jika dibandingkan dengan Afghanistan yang hanya mempunyai tujuh suku, tetapi mengalami konflik suku lebih dari 40 tahun.

"Ini tentunya menjadi tantangan kita ke depan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.''

Untuk menangkal dan mengatasi berbagai persoalan yang dapat memecah belah bangsa diperlukan sebuah upaya penanaman nilai-nilai kebangsaan yang merupakan jati diri bangsa bersumber dari Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri Soedarmo menambahkan sesama anak bangsa jangan mau diadu domba. Ia juga berharap kasus yang saat ini tengah menghangat menyusul peristiwa pembakaran bendera bisa diselesaikan melalui cara-cara rembuk.

"Apalagi, ini sesama muslim. Janganlah kita anak bangsa Indonesia mau diadu domba. Nanti yang senang justru mereka yang sedang melakukan praktik adu domba.''





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya